TEKEN MOU, INDONESIA DAN SWISS PERKUAT KERJA SAMA PENANGULANGAN BENCANA

0
44
Foto : Penandatangan MoU oleh Pemerintah Indonesia dan Konfederasi Swiss (Rusnadi Suyatman P.)

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, yang mewakili Pemerintah Indonesia, dan Konfederasi Swiss menandatangani memorandum saling pengertian atau memorandum of understanding kerja sama di bidang penanggulangan bencana. Yang dilakukan di Graha BNPB, jakarta Selasa (21/7)

Dengan adanya MOU ini kedepannya dapat saling memberikan manfaat untuk saling bekerja sama dalam menanggulangi bencana.

BACA JUGA : PER 19 MEI 2020 KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA 18.496 ORANG, PEMERINTAH YAKINKAN BELUM ADA OBAT DAN VAKSIN CEGAH COVID-19

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, menyampaikan Swiss dikenal unggul dalam perkembangan teknologi medis dan farmasi sehingga kerja sama kedua negara ini sangat penting.

Dimana Swiss mitra internasional, sangatlah penting untuk kita sebagai bangsa yang besar, untuk bekerjasama diberbagai bidang, an sekarang menjadi mitra kami dalam manajemen bencana,” ujar Doni.

Namun, kerja sama bilateral ini juga mencakup pada konteks bencana geologi dan hidrometeorologi, yakni gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

“Doni sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen Pemerintah Swiss untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana. “MoU ini akan semakin memperkuat kapasitas Indonesia dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana.

BACA JUGA : JUMLAH HARIAN KASUS SEMBUH MELEBIHI JUMLAH KASUS POSITIF COVID-19

Sementara itu Duta Besar Swiss Kurt Kunz menyampaikan, dalam hal kebencanaan, Swiss juga bekerja sama dengan AHA Centre di tingkat regional Asia Tenggara. Menurutnya, hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia telah berlangsung lama,dan pada kesempatan ini khususnya penanggulangan bencana.

Kerja sama ini akan berlangsung selama 5 tahun dan dapat diperpanjang dengan persetujuan diplomatik kedua belah pihak. Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan