TANPA ALASAN KKSB BAKAR PESAWAT MAF PK-MAX, BERUNTUNG PILOT DAN PENUMPANG SELAMAT

0
1623

Nabire,”Tabloidnusantara.com” – Aksi keji dan tidak bertanggung jawab kembali terjadi di Papua, kali ini kelompok kriminal bersenjata (KKSB) tanpa alasan yang jelas membakar pesawat MAF jenis Twin Otter dengan call sign PK- MAO dengan pilot bernama Alex Lupice berkebangsaan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari “Okzone.com,” Pesawat MAF jenis Twin Otter dengan call sign PK- MAO ditembaki dan dibakar oleh sekelompok orang yang diduga kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua di Kampung Pagamba, Distrik Biandoga, pada Rabu 6 Januari 2021 lalu.

Baca Juga : MALAM PERGANTIAN TAHUN DI PAPUA BERJALAN AMAN DAN KONDUSIF

Pesawat milik misionaris MAF yang beroperasi untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman itu awalnya ditahan di bandara Kampung Pagamba saat bersiap untuk take off menuju Nabire, Papua.

Sekelompok orang mendatangi pesawat dan hendak menyerang pilot serta penumpang yang berada di dalam pesawat dengan membawa senjata api dan panah. Namun, pilot serta tujuh orang penumpang berhasil diselamatkan oleh pihak tokoh gereja setempat.

Pilot bernama Alex Lupice berkebangsaan Amerika Serikat (AS) tersebut lolos dari serangan kelompok separatis bersenjata dan berhasil dievakuasi ke kota Nabire, Papua. Kelompok separatis bersenjata kemudian membakar pesawat MAF yang berada di bandara.

Baca Juga : ”PANGDAM CENDERAWASIH MAYJEN TNI IGNATIUS YOGO TRIYONO, M.A INGIN WUJUDKAN PAPUA SEHAT, PAPUA AMAN DAN PAPUA JUARA”

Base Manager MAF Nabire, Paul Iswanto yang dikonfirmasi enggan untuk menjelaskan soal peristiwa tersebut. Namun, paul membenarkan telah terjadi pembakaran pesawat milik perusahan MAF tersebut.

Menurut paul, kondisi pilot Alex Lupice dalam kondisi baik. Meski, yang bersangkutan masih dalam kondisi tramuma berat. Saat ini, pilot telah diberangkatkan ke Sentani, Jayapura untuk penanganan medis terkait psikologinya,”terangnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Polres nabire masih belum dapat memberikan komentar kepada wartawan. Di mana, Wakapolres Nabire Kompol Samuel Tatiratu mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari pihak reskrim dan intel Polres Nabire yang saat ini telah diturunkan ke lokasi kejadian.

Kelompok kriminal separatis bersenjata yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka wilayah Kodap VIII Intan Jaya sebelumnya telah mengeluarkan ancaman untuk menyerang seluruh aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

(Adm/Nat)

Tinggalkan Balasan