PEMERINTAH AKAN TERAPKAN RAPID TEST, TANGANI COVID-19,.

0
43
Ilustrasi
Ilustrasi test darah

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Pemerintah melalui juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebutkan telah mengkaji penerapan rapid test pemeriksaan virus corona secara cepat. Dia menjelaskan, rapid test yang dilakukan ini memiliki cara berbeda dengan pemeriksaan yang selama ini dilakukan. “Kami juga rapat di pagi hari bersama Menkes untuk melakukan kajian terkait rapid test seperti di negara lain. Perlu dipahami rapid test ini memiliki cara yang berbeda dengan selama ini yang kita gunakan,” kata Yurianto.

BACA JUGA : KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH MENJADI 309 ORANG

Yurianto mengatakan, rapid test ini akan menggunakan spesimen darah, tidak membutuhkan spesimen dari tenggorokan. Salah satu keuntungan dari rapid test ini adalah tak dibutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada biosecurity level dua. Artinya, pemeriksaan rapid test ini dapat dilaksanakan di hampir seluruh laboratorium kesehatan yang ada di rumah sakit Indonesia.

“Hanya permasalahannya adalah bahwa karena yang diperiksa adalah imunoglobulin maka kita membutuhkan reaksi imunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu. Kalau belum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu, kemungkinan imunoglobulin akan memberikan gambaran negatif,” kata Yurianto.

Presiden Joko Widodo melaksanakan teleconfrence. Sumber gambar sayangi.com

Penjelasan Achmad Yurianto tersebut, pada hari Kamis (19/3) dipertegas oleh Presiden Joko Widodo dengan memerintahkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 segera menjalankan rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi dini sebanyak mungkin orang dengan risiko terinfeksi virus corona. Jokowi meminta rapid test ini dilakukan dalam cakupan luas sehingga bisa menjaring lebih banyak spesimen yang diperiksa.

“Agar deteksi dini, kemungkinan indikasi awal seorang terpapar Covid-19 bisa kita lakukan. Saya minta rapid test terus diperbanyak dan juga perbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan RS, baik pemerintah, milik BUMN, pemda, RS milik TNI, polri, dan swasta, dan lembaga riset, dan perguruan tinggi,” kata Jokowi pada momentum rapat terbatas dengan menggunakan teleconference.

BACA JUGA : PEMERINTAH TERBITKAN PROTOKOL KESEHATAN PENANGANAN COVID-19

Keputusan penanganan Covid-19 oleh pemerintah ini diambil setelah Kasus positip Covid-19 semakin bertambah secara signifikan. Apalagi jumlah kematian akibat corona di Indonesia diketahui melonjak menjadi 19 jiwa.

Tinggalkan Balasan