SEJUMLAH 19 PROVINSI MEMILIKI ANGKA KESEMBUHAN DIATAS 70 %

0
20
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Sejumlah 19 provinsi pada hari ini memiliki angka kesembuhan di atas 70%, sedangkan 9 provinsi memiliki angka kesembuhan diatas 80%. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Senin (6/7) sore.

Dalam kesempatan itu, Yuri juga menyampaikan bahwa sebanyak 19 provinsi, pada hari ini melaporkan penambahan kasus dibawah 10. Bahkan ada 11 provinsi yang hari ini sama sekali tidak melaporkan adanya penambahan kasus namun juga melaporkan banyaknya kasus sembuh. “Sebagai contoh misalnya Sulawesi Utara hari ini melaporkan 10 kasus baru dan 31 sembuh kemudian Provinsi Papua hari ini melaporkan penambahan kasus baru 6 orang namun juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 48 orang,” sebut Yuri.

Penambahan dan Sebaran Covid-19

Sementara itu pemerintah melalui Gugus Tugas telah melaksanakan pemeriksaan spesimen sebanyak 12.756 sehingga jumlah total pemeriksaan spesimen sampai hari ini menjadi 928.238. “Dari pemeriksaan ini kita dapatkan kasus terkonfirmasi positif  Covid-19 sebanyak 1.209 orang, sehingga sekarang akumulasinya menjadi 64.958 orang,” terang Yuri.

Melihat sebaran kasus positif Covid-19 di tanah air, Yuri menyebutkan bahwa pemeriksaan pada hari ini, Jawa Timur melaporkan kasus baru sebanyak 308 orang namun bersamaan juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 104 orang. Kemudian DKI Jakarta melaporkan 232 kasus baru dan sembuh 373 orang. Jawa Tengah melaporkan kasus baru 127 orang dan sembuh 60 orang. Kemudian Jawa Barat melaporkan kasus baru 126 orang dan 16 orang sembuh. Dan Sulawesi Selatan melaporkan kasus baru 84 orang dan 79 orang sembuh.

Dilaporkan bahwa total keseluruhan yang sembuh pada hari ini adalah 814 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh pada hari ini menjadi 29.919 orang. Sementara kasus meninggal bertambah 70 orang sehingga total kasus meninggal menjadi 3.241 orang. “Kalau kita bandingkan dengan angka kematian secara global, angka kematian dari kasus Corona Virus yang positif secara global, memang angka kita masih berada di atas rata-rata global. Kita masih berada di sekitar 5,0 % sementara angka global berada di 4,47 %,” jelas Yuri.

Memperhatikan penambahan kasus positif, kemudian melihat kasus yang sembuh dan kasus yang meninggal, Yuri menyimpulkan bahwa tingkat hunian rumah sakit tidak secara signifikan bertambah dengan drastis. “Bahkan dalam 3 hari terakhir tingkat hunian tempat tidur yang disiapkan untuk penderita covid 19 baru terisi pada kisaran sekitar 53%. Artinya masih ada kurang lebih separuh kapasitas tempat tidur yang belum terpakai,” kata Yuri.

Kontak Pressing

Kondisi ini disebabkan karena kasus positif yang ditemukan dari hari ke hari berasal dari beberapa provinsi. Kasus yang didapatkan berasal dari pelaksanaan kontak pressing yang agresif, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium yang masif.  “Inilah yang kemudian kita temukan kasus-kasus positif dengan gejala yang minimal bahkan tidak ada indikasi untuk dilakukan perawatan di rumah sakit, sehingga kita memberikan saran kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi secara mandiri dengan tepat,” kata Yuri.

Langkah-langkah penanganan tersebut adalah merupakan kunci keberhasilan untuk menghentikan penularan sepanjang isolasi dilaksanakan secara ketat. Yuri menyadari sepenuhnya bahwa kasus positif belum seluruhnya bisa ditemukan. “Kemungkinan masih ada kasus positif yang belum teridentifikasi dan berada ditengah kita,” tegas Yuri.

Dengan kondisi tersebut,  protokol kesehatan menjadi kunci agar tidak tertular. “Setiap orang harus mematuhi untuk menjaga jarak, setiap orang harus mematuhi untuk menggunakan masker dengan cara yang benar, setiap orang harus rajin mencuci tangan. Kalau tidak maka akan sangat mungkin untuk terinfeksi dan kemudian akan menambah kasus positif,” lanjut Yuri.

Sejumlah 455 kota/kabupaten di 34 provinsi telah terdampak covid 19. Sementara Gugus Tugas masih melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 38.748 orang dan masih melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.360 orang.

Himbauan Protokol Kesehatan

Diakhir penjelasannya Yuri menyampaikan bahwa kinerja data yang berhasil dikumpulkan Gugus Tugas, masih meyakini bahwa di sebagian provinsi bahkan mungkin di sebagian kota kasus ini masih bergerak menjadi semakin banyak. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan untuk berupaya saling melindungi agar pemutusan rantai ini bisa dilaksanakan dengan efektif.

“Patuhi protokol kesehatan, ikuti berita tentang covid-19 ini dengan saluran-saluran yang benar.  Dengan cara yang seperti ini kita bisa bersama-sama untuk terintegrasi, konsisten menjalankan protokol kesehatan sehingga covid-19 bisa lebih terkendali dengan cepat. Kita sudah membuktikan dibanyak provinsi bahwa banyak yang sudah terkendali,” kata Yuri mengingatkan.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/

Tinggalkan Balasan