Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

SD YPPGI YAPIL MEMBUTUHKAN TENAGA GURU

Pegunungan Bintang, “tabloidnusantara.com” – Sekolah dasar sebagai landasan utama sekaligus juga sebagai tolak ukur pembangunan sumber daya manusia, di suatu daerah dengan demikian sekolah dasar sangat mebutuhkan peran dari semua pihak baik pemerintah, tokoh, adat, gereja, hingga komponan lainnya agar pondasi tetap kuat dan terus menerus mendorong teciptanya sumber daya manusia di sauatu wilayah terutama di pegubin.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Pegunungan Bintang, “tabloidnusantara.com” – Sekolah dasar sebagai landasan utama sekaligus juga sebagai tolak ukur pembangunan sumber daya manusia, di suatu daerah dengan demikian sekolah dasar sangat mebutuhkan peran dari semua pihak baik pemerintah, tokoh, adat, gereja, hingga komponan lainnya agar pondasi tetap kuat dan terus menerus mendorong teciptanya sumber daya manusia di sauatu wilayah terutama di pegubin.

Hal tersebut di katakan kepala sekolah SD YPPGI YAPIL Yodinus Mimin, s.pd, kepada media ini di kampung yapil distrik okbab, menurut dirinya sejak tahun 2006 hingga saat ini SD YPPGI YAPIL memiliki tenaga 1 tenaga pengajar yang bernip dan di bantu dengan 3 TU serta tenaga 3 tenaga sukarelah dengan demikian hingga saat ini kami masih membutuhkan tenaga guru, sebab mereka yang mengajar saat ini merupakan bukan tenaga guru yang bernip, oleh sebab itu saya sebagai kepala sekolah saya masih menunggu kapan ada guru yang akan di berikan kepada kami.

BACA JUGA : WABUP DECKY: IKUTI PERINTAH DAN JAUHI LARANGAN


Selain saya menunggu saya juga sudah berusaha menyuarakan kekurangan kami ini kepada pemerintah daerah melalui dinas kami tetapi hingga detik ini belum ada tenaga pengajar yang di tunjuk untuk mengajar di sd kami ini. Dengan demikian saya harap di tahun 2020 mendatang perlu ada penempatan tenaga guru bagi kami agar murid kami bisa merasakan sentuan pendidikan yang layak sebagai mana yang di rasakan sekolah lain di daerah ini. Ungkapnya.

Meskipun begitu Yodi sapaan akrabnya itu menuturkan saya selaku kepala sekolah sekaligus satu-satunya pegawai bernip yang di tempatkan di sd ini bersama dengan teman-teman pengajar lainnya yakni tiga orang tata usaha dan tenaga sukarelah yang kami rekrut dari kampung ini, kami juga telah menamatkan siswa-siswi dari SD ini sebanyak 6 kali dan tahun kemarin kami juga melaksanakan ujian sendiri di SD kami ini. Oleh sebab itu saya berharap kedepan pemerintah perlu membantu kami terutama tenaga pengajar sebab antusias anak –anak untuk belajar sangat tinggi.

BACA JUGA : JEMAAT GIDI KLASIS OKBAB HARUS MENJADI PEWARTA BAGI SESAMA

Sementara itu berdasarkan pantauan media ini di lapangan 2 unit
gedung RKB yang di bangun pada tahun 2015-2016 serta sejumlah fasilitas
seprti  tempat belaja hingga penunjang
belajar terlihat hancur dan sudah tidak layak untuk di gunakan. (Meky/Humas
Pb)