SALAH SATU ALASAN PEMERINTAH TERAPKAN PSBB BUKAN LOCKDOWN

0
91
Oscar Permadi. Sumber Gambar covid19.go.id
Oscar Permadi. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com“. – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak sepenuhnya membatasi seluruh kegiatan masyarakat, namun hanya aktivitas tertentu saja di wilayah terduga terinfeksi COVID-19 guna mencegah kemungkinan penyebaran. Hal ini disampaikan  Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) Oscar Primadi dalam konferensi persnya di gedung BNPB, Minggu (5/4) sore.

Menurut Oscar Primadi masyarakat masih dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, namun kegiatan tertentu dibatasi. Pemerintah lebih memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  daripada karantina wilayah atau lockdown. Salah satu alasan dipilihnya PSBB karena dapat memberi kesempatan masyarakat beraktivitas di luar rumah. “Dalam tindakan karantina, penduduk atau masyarakat di rumah, wilayah tertentu kawasan RT, RW, atau kawasan kelurahan, atau satu kabupaten, kota dan masyarakat yang sedang di karantina di rumah sakit, tentu di lokasi tadi tidak boleh keluar. Ini yang membedakannya dengan PSBB,” jelas Oscar.

Lebih lanjut, Oscar memaparkan jenis kegiatan masyarakat yang secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB sebagai Percepatan Penanganan COVID-19. “Kegiatan pembatasan meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan keamanan,” ujarnya.

Pemerintah berharap dengan pelaksanaan PSBB dapat memutus rantai penularan dari hulu. Pemerintah juga meminta dukungan masyarakat guna mencegah virus corona. “Dan tentunya pelaksanaan ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat, agar bisa terlaksana dengan baik,” kata Oscar.

Sumber Berita : covid19.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan