RATUSAN PERSONEL TNI DITERJUNKAN BANTU APARAT KEPOLISIAN AMANKAN GEDUNG BAWASLU

0
108
Anggota TNI - Polri Siaga 1 Amankan Jakarta

JAKARTA – Ratusan personel TNI diterjunkan guna membantu aparat kepolisian berjaga di sekitar Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2019).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, ratusan anggota TNI ini berasal dari satuan Brigif Mekanis 1 PIK/JS.

Mereka datang dari arah Patung Kuda sekira pukul 03.15 WIB menggunakan lima unit bus dan truk.

Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan sempat terjadi di sekitar Gedung Bawaslu RI malam tadi.

Petugas kepolisian pun sempat menembakan gas air mata untuk memukul mundur massa ke arah Pasar Tanah Abang.

Tembakan gas air mata itu pun sempat dibalas oleh massa dengan menembakan petasan ke arah petugas kepolisian.

Pembakaran juga sempat terjadi beberapa kali di sekitar Pasar Tanah Abang.

Penebalan aparat keamanan pun terus dilakukan di sekitar Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Beberapa bus Korps Brimob terlihat mengangkut sejumlah personel Brimob.

Mereka berganti shift dengan petugas Brimob yang telah lebih dulu memukul mundur massa yang masih bertahan di sekitar Gedung Bawaslu RI.

Kendaraan taktis kepolisian juga terlihat berseliweran mengarah ke lokasi bentrokan.

Setidaknya ada bentrokan di tiga titik.

Pertama di Jalan Wahid Hasyim arah Pasar Tanah Abang, kemudian di Jalan Sabang, dan di arah Patung Kuda.

Untuk di Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Sabang bentrokan diwarnai letupan gas air mata yang polisi tembakkan ke arah massa sejak pukul 00.45 WIB.

Massa yang tetap bertahan malah membalasnya dengan petasan.

Sedangkan di Patung Kuda massa baru terlihat sekira Pukul 03.00 WIB.

Sekira pukul 03.20 WIB, memang sudah tidak terdengar letupan gas air mata.

Kendati demikian petugas kepolisian masih bersiaga penuh.

Massa di sekitar Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat semakin beringas jelang sahur, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Massa tidak kunjung membubarkan diri meskipun aparat kepolisian sudah berupaya membubarkannya dengan gas air mata sejak pukul 00.45 WIB.

Bahkan, kericuhan tak hanya terjadi di Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat saja yang sampai saat ini masih terdengar suara tembakan gas air mata.

Sampai pukul 02.45 WIB, massa dari arah Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda juga sudah mulai terlihat dan mengarah ke arah Gedung Bawaslu RI.

Kendati belum sampai diletupkan gas air mata, namun anggota polisi telah bersiaga untuk menghalau massa.

Kericuhan pecah pun di tiga sisi jalan menuju Gedung Bawaslu RI.

Kekuatan personel Brimob saat ini juga terus dipertebal.

Beberapa bus mengangkut anggota Brimob tiba di Gedung Bawaslu.

Sejumlah orang peserta aksi di Depan Gedung Bawaslu RI, kembali diamankan aparat kepolisian, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Sejumlah orang tersebut diamankan polisi dari Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Pantauan TribunJakarta.com, setidaknya ada dua orang diamankan dan dibawa menggunakan sepeda motor ke arah Simpang Sarinah.

Pihak Kepolisian berhasil memukul mundur para pendemo yang masih bertahan di Jalan Wahid Hasyim dengan menembakkan gas air mata sejak pukul 00.40 WIB.

Kendati begitu hingga saat ini letupan gas air mata masih terus terdengar di ujung Jalan Wahid Hasyim yang bersinggungan dengan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang.

“Saya imbau untuk warga kembali ke rumah masing-masing,” ujar polisi menggunakan pengeras suara.

Selain bergerak ke arah polisi, sejumlah petugas Brimob juga bersiaga di sepanjang Jalan Wahid Hasyim.

Mereka berjaga di setiap gang yang ada untuk memastikan tidak ada massa yang menerobos masuk.

Aksi pukul mundur yang dilakukan kepolisian dilakukan setelah beberapa kali negosiasi yang dilakukan sempat gagal.

Negosisasi gagal lantaran massa menolak membubarkan diri sampai beberapa orang yang sempat ditahan pihak kepolisian dibebaskan.

Tinggalkan Balasan