RABU 15 APRIL 2020, KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 5.136, SEMBUH 446 DAN 469 MENINGGAL

0
350
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, bahwa hingga Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB, telah dilakukan uji PCR sebanyak lebih dari 36.431 spesimen diperiksa dari 33.001 orang. “Hasil positif reaktif akumulatif sampai hari ini sebanyak 5.136 orang, sedangkan yang negatif sejumlah 27.865 orang” ujar Yurianto. Pihaknya juga menjelaskan bahwa data yang dihimpun secara berjenjang kasus ODP berjumlah 165.549 orang, sedangkan kasus PDP sebanyak 11.165 orang. Dari data tersebut dapat diperoleh jumlah peningkatan kasus positif sebanyak 297 orang.

“Penambahan kasus positif itu juga diiringi dengan pasien sembuh sebanyak 20 orang sehingga jumlah pasien sembuh 446 orang, sedangkan kasus kematian bertambah 10 orang sehingga jumlah total kasus kematian adalah 469 orang,” jelas Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, (15/4) sore.

Jumlah Terpapar Covid-19 di Indonesia, 15 April 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Sebelumnya Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pemerintah perlu menegaskan kembali bahwa negara Indonesia dalam suasana keprihatinan yang mendalam karena mengalami bencana nasional, bencana non alam yang melanda seluruh wilayah Nusantara. Dalam kondisi ini Presiden sudah memberikan arahan agar anggaran pemerintah diprioritaskan untuk kemlahasatan masyarakat untuk menangani Covid-19.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan banyak program dalam merespon dampak yang terjadi di masyarakat seperti Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, kemudian meningkatkan Program Keluarga Harapan dan memberikan bantuan sosial secara langsung kepada masayarakat yang membutuhkan.  “Jaring pengaman sosial adalah salah satu cara pemerintah untuk melindungi masyarakat agar konsentrasi untuk memberantas, mencegah dan mengurangi penyebaran Virus Corona,” kata Yuri.

Yuri juga memaparkan bahwa pemerintah mempunyai  target untuk melakukan 10 ribu tes PCR real time per hari dengan mengaktifkan 78 laboratorium dari 32 laboratorium yang sebelumnya. Menurutnya peningkatan ini otomatis juga disertai dengan peningkatan dalam pemenuhan jumlah mesin,  jumlah reagen, SDM dan sistem terkait dengan zonasi yang berhubungan dengan kecepatan pengiriman spesimen menuju laboratorium uji untuk dapat diinterpertasikan hasilnya. “Sampai dengan hari ini sudah lebih dari 36 ribu yang diperiksa dan sampel ini berasal dari 196 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia yang saat ini merawat penderita Covid-19,” papar Yuri.

Dalam kesempatan itu Yuri juga menyampaikan kesiapan fasilitas kesehatan layanan perawatan Covid-19 di rumah sakit darurat yaitu sejumlah 800 rumah sakit baik milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, milik BUMN, milik TNI/Polri dan Milik Swasta yang telah melaksanakan layanan rawatan penderita Covid-19 terutama penanganan kasus-kasus ringan/sedang. Dengan kesiapan rumah sakit darurat, diharapkan rumah sakit rujukan yang sudah didesain sejak awal lengkap dengan ruang isolasi tekanan negatif dan ventilator dapat difokuskan untuk penangan dan pelayanan penderita Covid-19 kasus sedang dan berat. Sementara itu rumah sakit darurat Wisma Atlet sudah disiapkan sejumlah 2 ribu tempat tidur. Sedangkan rumah sakit darurat di Pulau Galang disiapkan sejumlah 4 ratus tempat tidur. Beberapa tempat dengan fungsi yang sama disiapkan juga oleh Gugus Tugas Daerah.

Secara meyakinkan Yuri juga memaparkan pemenuhan kelengkapan standar berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis yang akan dipenuhi. “Kita patut bersyukur bahwa saat ini APD sudah dapat diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu dengan bahan polyster 100 persen, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan APD dengan standar terbaik untuk melindungi secara maksimal tenaga medis. Target produksi APD yang harus dicapai adalah 16 ribu APD tiap hari,” tegas Yuri.

Sementara itu dalam rangka mengejar target pemeriksaan laboratorium antigen berbasis pada real time PCR, pemerintah sudah mendatangkan kembali sebanyak 150 ribu reagen PCR dan akan segera didistribusikan. Konversi alat test cepat molekuler yang selama ini eksisting  sudah dimiliki sejumlah lebih dari 900 mesin dan ada 305 mesin yang sudah bisa dikonversi untuk pemeriksaan Covid-19 telah disiapkan. “Alat  ini diharapkan  akan dapat operasional dalam minggu ini, namun masih menunggu catridge untuk Covid-19,” jelas Yuri

Sementara itu Yuri menegaskan bahwa perlu adanya ketegasan dalam melaksanakan physical distancing untuk memutus penyebaran. Maka dari itu 10 Kabupaten Kota yang sudah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti, Jakarata, Kota Bogor, Kabupaten Bogor , Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kabupatan Tangerang, Tangerang Selatan dan Kota Pekanbaru.

Sumber Berita : covid19.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan