PULANG DARI JEPANG, ANIES BASWEDAN TINJAU LOKASI DEMO

0
144
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi unjuk rasa massa penolak hasil Pemilu 2019

Sepulang dari kunjungan kerja dari Tokyo, Jepang, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi unjuk rasa massa penolak hasil Pemilu 2019 di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rabu (22/5/2019).

Ketika ditanya kedatangannya, Anies mengatakan ingin menginspeksi fasilitas kesehatan yang telah disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dari kemarin malam, Selasa (21/5/2019).

“Saya ke sini mau inspeksi fasilitas kesehatan kita. Dari semalam mereka membawa beberapa orang yang terluka ke rumah sakit dan kita pastikan semua dirawat dengan baik,” kata Anies di depan kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Kedatangannya juga ingin memastikan kebersihan Kota Jakarta tetap terjaga. Pemprov DKI telah menurunkan petugas kebersihan dan truk-truk sampah disiagakan untuk segera membersihkan sampah saat unjuk rasa berakhir hari ini.

“Pastikan kebersihan kota tak berhenti. Truk kota standby, tim kebersihan jalan terus,” ujar Anies.

Massa unjuk rasa telah kembali mendatangi Kantor Bawaslu untuk meneruskan aksi mereka yang telah dilakukan sejak kemarin yang berujung pada bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian di Tanah Abang dan Petamburan.

Kemudian, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyiapkan pelayanan kesehatan untuk kegiatan aksi hari ini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menjelaskan pelayanan kesehatan ini merupakan kegiatan lanjutan sebagaimana permintaan KPU. Pada saat aksi 22 Mei, tim Dinas Kesehatan DKI akan bersiaga di 25 titik strategis seperti di sekitar kantor KPU dan Bawaslu. Dinkes DKI juga menyiagakan 42 puskesmas dan 32 RSUD.

Untuk transportasi pasien, Dinkes DKI akan mengerahkan 82 unit ambulans, 15 unit URC AGD. Selain itu, Dinkes DKI menyiagakan 82 dokter, 173 perawat, dan 82 driver.

Bahkan Dinkes DKI sudah mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit bahwa Pemprov DKI akan menanggung biaya pengobatan peserta aksi 22 Mei. Widyastuti menegaskan pihaknya tak menanggung biaya pengobatan peserta aksi yang memiliki penyakit bawaan.

“Peserta kegiatan yang mengalami cedera akibat terdampak langsung dari kegiatan pengumpulan massa di wilayah DKI Jakarta, maka sumber pembiayaan kesehatan akan ditanggung oleh Pemprov DKI,” jelas Widyastuti.

Tinggalkan Balasan