POLRI KANTONGI DAERAH PENYEBARAN JARINGAN TERORIS DI INDONESIA

0
226
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

Jakarta – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri telah mengantongi peta daerah penyebaran jaringan teroris di Indonesia. Utamanya, teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sebelumnya ditangkap di tiga daerah Indonesia.‎

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, jaringan teroris ‎di Indonesia sudah menyebar dan cukup masif. Mereka tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

“(jaringan teroris tersebut) Ada di Jawa, Sumatera, Kalbar, Kaltim, NTB, dan Sulawesi,” Kata Dedi , Selasa (7/5/2019).

Jaringan teroris tersebut disinyalir cukup masif di beberapa daerah Indonesia dengan menyebarkan paham-pahamnya. Namun demikian, Dedi belum dapat memastikan jumlah jaringan teroris tersebut.

“Itu belum bisa disampaikan (jumlahnya). Intinya, kelompok (JAD) selalu mencari peluang dan kesempatan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, tim Densus 88 menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Lampung. Delapan terduga teroris tersebut ditangkap di Bitung, Tegal, dan Bekasi dalam kurun waktu tiga hari.

Salah satu sasaran utama kelompok JAD dalam melakukan aksi terornya yakni Polisi. Terduga teroris berencana membunuh polisi saat Pemilu. Para kelompok teroris tersebut sengaja memilih momentum ketika adanya unjuk rasa untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Hal itu dilakukan untuk membuat gaduh Indonesia khususnya Jakarta.

Tinggalkan Balasan