PILKADA 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19

0
81
Ilustrasi Pilkada tahun 2020, di tengah masa pandemi covid-19

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Euforia, kontestan Pilkada tahun 2020, akan terasa berbeda, dengan adanya pandemi akbiat Covid-19, diundur sesuai dengan Perppu nomor 2 tahun 2020, yang di keluarkan Presiden Joko Widodo. “Resmi ditunda hingga Desember 2020.

Pertarungan Pilkada kali ini akan di ikuti, 9 Provinsi, 37 Kotamadya dan 224 Kabupaten yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Dimana KPU sebagai penyelenggara pilkada meneguhkan komitmen untuk melaksanakan pilkada sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. “Namun dengan situasi saat ini, pro-kontra, munculnya opini publik kapan dilaksanakannya Pilkada serentak. “Adanya yang mendukung pemungutan suara diselenggarakan pada bulan Desember, ada juga yang menyatakan situasi pandemi covid-19 ini selesai.

BACA JUGA : PARTAI GOLKAR TOLAK USULAN MENDAGRI, (TITO), “PILKADA DIWAKILKAN ANGGOTA DEWAN

Ketua KPU Kota Jakarta Timur, Wage Wardana, menyimpulkan adanya beberapa hal yang harus dilakukan atau menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pemungutan suara ditengah pandemi covid-19.

  • 1. Harus adanya kerjasama dan komunikasi yang intensif KPU-Pemerintah-DPR dan BPNB, tetap waspada dengan perkembangan covid-19. “Sehingga proses tahapan pilkada ini dapat terkontrol dengan baik dapat dilaksankan sesuai dengan jadwal yang sudah di sepakati.
  • 2. KPU, bersama dengan stakeholder yang lainnya harus siap tanggap darurat protokol kesehatan Covid-19, guna meminimalisir tertular bahkan kalau bisa tidak ada yang tertular.
  • 3. Penyelenggara ( KPU ) beserta stakeholde, harus menyusun rencana anggara dimana Pilkada di tengah pandemi covid-19 ini, selain keperluan pemilu, juga harus memikirkan alat pelindung diri sesuai dengan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 dan harus berpegang teguh pada protokol kesehatan Covid-19.
  • 4. KPU, harus menerbitkan aturan kampanye, harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu Wardana juga, menambahkan bahwa dalam masa pandemi covid-19 ini, kita harus mempunyai strategi yang jitu dalam pelaksanaan pilkada, pikiran dan tenaga akan tercurahkan dalam mengatur skenario skenario dari persiapan hingga pelaksanaan dalam penyelenggaraan pemilu kali ini. “Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan