PERKEMBANGAN COVID-19 PER 22 MEI 2020, JUMLAH KASUS POSITIF BERTAMBAH 634 ORANG

0
248
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.co.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.co.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”.  – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif dalam 24 jam terakhir terhitung mulai hari Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Jumat (22/5) pukul 12.00 WIB sebanyak 634 orang sehingga jumlah total menjadi 20.796.

“Sedangkan pasien sembuh menjadi 5.057 setelah terdapat penambahan 219 orang dan kasus meninggal menjadi 1.326 dengan penambahan 48 orang,” papar Achmad Yurianto, selaku Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Jumat (22/5) sore.

Menurut Yuri, akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 229.334 yang dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 35 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 145 lab. “Secara keseluruhan, 168.969 orang telah diperiksa dan hasilnya 20.769 positif dan 148.173 negatif,” lanjut Yuri.

Infografis Covid-19 Indonesia 22 Mei 2020. Sumber Gambar covid.go.id

Kemudian Yuri juga mengumumkan bahwa untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 47.150 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 11.028 orang. “Sejumlah 34 provinsi dan 395 kabupaten/kota di seluruh Tanah Air sudah terdampak.

Sementara itu sesuai data yang dihimpun Gugus Tugas, tiga provinsi dengan sebaran tertinggi adalah DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat. DKI Jakarta dengan catatan kasus positif sebanyak 6.400 kasus, sementara pasien sembuh berjumlah 1.510 orang dan kasus meninggal berjumlah 500 orang. Provinsi Jawa Timur dengan catatan kasus positif sebanyak 3.129 kasus, sementara pasien sembuh berjumlah 413 orang dan kasus meninggal berjumlah 256 orang. Provinsi Jawa Barat tercatat kasus positif 2.002 kasus, sementara pasien sembuh berjumlah 432 orang dan kasus meninggal sebanyak 125 orang.

Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penambahan kasu positif Covid-19 disebabkan karena kurang disiplinnya masayarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. “Banyak masyarakat yang belum melaksanakan hidup sehat, tidak membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak jaga jarak, masih berkerumun dan tidak melaksanakan anjuran tetap tinggal dirumah,” tegas Yuri.

Sumber Berita: covid.go.id

Tinggalkan Balasan