PERKEMBANGAN COVID-19 DI INDONESIA PER 14 MEI 2020, POSITIF 16.006, SEMBUH 3.518 DAN MENINGGAL 1.043

0
285
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mencatat jumlah penambahan kasus positif 568 orang, sehingga totalnya menjadi 16.006 Kasus. Menurut Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, penambahan yang masih tinggi ini dikarenakan beberapa daerah terdukung spesimennya, sehingga pemeriksaan dapat dimaksimalkan. “Jumlah orang yang diperiksa juga bertambah banyak,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta. Kamis (14/5) sore.  

Sementara itu untuk kasus pasien sembuh dalam 24 jam terakhir terhitung mulai hari Rabu (13/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Kamis (14/5) pukul 12.00 WIB menjadi 3.518 setelah ada penambahan sebanyak 231 orang. Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Di sisi lain jumlah kasus meninggal yang bertambah menjadi 1.043 setelah ada penambahan sebanyak 15 orang. Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 173.690 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 60 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 8 laboratorium Wisma Atlet. Sebanyak 127.813 orang yang diperiksa didapatkan data 16.006 positif dan 111.807 negatif. Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 258.639 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 33.672 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 382 kabupaten/kota di Tanah Air. Sebagai wilayah episentrum, hari ini DKI Jakarta tercatat 5.688 kasus positif, Jawa Timur tercatat 1.863 kasus positif dan Jawa Barat 1.565 kasus positif.

Infografis Covid-19 Di Indonesia Per 14 Mei 2020. Sumber Gambar covid.go.id

Sebelumnya Achmad Yurianto juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa disemua segi kehidupan kita. “Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang semakin erat, membutuhkan tata nilai yang lebih baru dalam menghadapinya,” tegas Yuri. Menurut Yuri, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berlaku dibeberapa daerah harus dijadikan komitmen bersama, tidak hanya pemerintah namun harus juga menjadi komitmen semua lapisan masyarakat agar kita bisa dengan cepat mengendalikan ini.

Yuri menjelaskan bahwa diperlukan kesadaran bersama bahwa penularan Covid-19 faktor pembawanya adalah manusia. Oleh karena itu peluang terjadinya penularan dikarenakan ada sumber penularan ditengah masyarakat yaitu orang yang membawa penyakit ini namun dirinya tidak merasa sedikitpun keluhan atau tidak merasa sakit.

Achmad Yurianto menegaskan bahwa pada kondisi dimana penularan itu sudah tidak lagi hanya berbasis pada imported case, pada kasus yang datang dari luar saat ini dan diyakini penularan lokal tanpa harus ada riwayat yang bersangkutan pernah pergi ke luar negeri atau pergi dari daerah lain yang endemis, maka kita harus lebih hati hati. “Inilah sebabnya bahwa konsep melindungi diri yang semula hanya kita berlakukan untuk orang per orang melalui protokol kesehatan, sekarang harus menjadi komitmen bersama dan menjadi suatu kesadaran kolektif untuk melakukan protokol kesehatan terutama dalam melakukan kepatuhan melaksanakan PSBB,” lanjut Yuri.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai berpikir dengan mulai membedakan kelompok rentan dan tidak rentan. Pembatasan aktivitas untuk kelompok rentan harus tetap dilaksanaka sesuai aturan PSBB, sedangkan kelompok tidak rentanlah yang dapat melakukan aktivitas menjalankan roda ekonomi. “Dengan kondisi ini pemerintah sama sekali tidak melakukan relaksasi sedikitpun terkait dengan kegiatan PSBB. Namun kita sudah mulai teliti, tertib dan disiplin memaksimalkan apa yang dapat kita maksimalkan dalam konteks pelaksanaan PSBB,” terang Yuri.

Sumber Berita covid19.go.id

Tinggalkan Balasan