PER 27 MEI 2020 JUMLAH KASUS POSITIF COVID-19 BERTAMBAH 686 ORANG, GUGUS TUGAS KAJI ASPEK EPIDEMIOLOGI

0
274
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan kembali perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam waktu 24 jam terakhir terhitung mulai hari Selasa (26/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Rabu (27/5) pukul 12.00 WIB terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sejumlah 686 orang sehingga jumlah akumulasi kasus positif menjadi 23.851 orang.

Penambahan juga terjadi pada pasien sembuh sebanyak 180 orang sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 6.057 orang. “Pada hari ini, peningkatan juga terjadi pada kasus kematian dengan penambahan sebanyak 55 orang sehingga jumlah kasus kematian menjdai 1.473 orang,” terang Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (27/5) sore.

Menurut Yuri, akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 278.411 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 48 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 167 lab. Secara keseluruhan, 195.518 orang telah diperiksa dan hasilnya 23.851 positif dan 171.667 negatif.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.942 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.667 orang. “Sejumlah 410 kota/kabupaten dari 34 provinsi di tanah air terdampak Covid-19 ini,” lanjut Yuri

Infografis Covid-19 Indonesia 27 Mei 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Sementara itu, data provinsi tiga besar dengan kasus positif terbanyak adalah DKI Jakarta dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 6.895 orang, sementara jumlah kasus pasien sembuh sebanyak 1.682 orang dan kasus kematian berjumlah 509 orang. Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak kedua dengan jumlah kasus positif sebanyak 4.141 orang, sementara jumlah pasien sembuh sebanyak 522 orang dan kasus kematian berjumlah 320 orang. Provinsi Jawa Barat ketiga dengan jumlah kasus positif sebanyak 2.157 orang, sementara jumlah pasien sembuh berjumlah 542 orang dan kasus kematia sejumlah 142 orang.

Sebelumnya Yuri menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini tim Gugus Tugas pusat yang bergerak dalam bidang kesehatan bersama profesi yang sama di Gugus Tugas daerah maupun personel seluruh laboratorium yang menangani pemeriksaan Covid-19 telah melaksanakan diskusi terkait aspek epidemilogi. Diskusi tersebut dilakukan dengan kajian-kajian yang cukup panjang dengan hasil bahwa beberapa provinsi telah menunjukkan gambaran yang bagus karena tidak ada lagi penambahan kasus secara signifikan, tidak ada lagi perluasan wilayah yan terdampak dan tidak ada lagi penularan lokal yang tidak terkendali.

“Artinya pada daerah-daerah ini sudah mulai terkendali dan sudah boleh kita sarankan untuk melaksanakan relaksasi pada beberapa peraturan tanpa meninggalkan aspek protokol kesehatan untuk tetap menjamin agar aman dari Covid-19,” jelas Yuri. Menurutnya, kajian ini masih awal dan nantinya akan dilaporkan secara komperhensif ke Gugus Tugas Pusat untuk dikaji secara bersama sama agar keputusan yang diambil pemerintah adalah keputusan yang terbaik.

“Marilah kita tetap produktif dengan hidup menggunakan norma, normal yang baru. Hidup dengan selalu membiasakan diri untuk tidak sedikitpun memberikan ruang berkembangnya penyebaran Covid-19 dengan tetap hidup sehat, menjalankan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas diri kita,” ajak Yuri. Menurutnya basis hidup dengan norma, normal yang baru adalah diri sendiri dan keluarga.

Sumber Berita: covid19.go.id

Tinggalkan Balasan