PER 17 MEI 2020 KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 489 ORANG

0
11
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA,  “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan kembali perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia per 17 Mei 2020. Berdasarkan data yang dapat dihimpun dalam waktu 24 jam terakhir terhitung mulai hari Sabtu (16/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Minggu (17/5) pukul 12.00 WIB menunjukkan penambahan pada kasus terkonfirmasi positif sebesar 489 orang sehingga totalnya menjadi 17.514 orang.  

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto juga mengumumkan adanya penambahan pada kasus pasien sembuh sebesar 218 orang sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 4.129 orang. “Demikian juga pada kasus kematian bertambah 59 orang sehingga jumlah pasien meninggal secara akumulatif berjumlah 1.148 orang,” terang Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, “Minggu (17/5) sore.

Akumulasi data tersebut menurut Yuri diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 187.965 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 61 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 10 laboratorium. “Sebanyak 140.473 orang yang diperiksa didapatkan data 17.514 positif dan 122.959 negatif,” lanjut Yuri.

Infografis Covid-19 Di Indonesia Per 17 Mei 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 270.876 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 35.800 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 387 kabupaten/kota di Tanah Air. DKI Jakarta hari ini terdata 6.010 orang yang terkonfirmasi positif, sementara pasien sembuh berjumlah 1.306 orang, sedangkan meninggal berjumlah 463 orang. Provinsi Jawa Timur terdata 2.152 orang terkonfirmasi positif, sementara pasien sembuh berjumlah 312 orang dan meninggal berjumlah 194 orang. Provinsi Jawa Barat terdata 1.652 orang terkonfirmasi positif, sementara pasien sembuh berjumlah 320 orang dan meninggal berjumlah 110 orang.

Sebelumnya Achmad Yurianto menjelaskan tentang implementasi pelaksanaan surat edaran Gugus Tugas Nomor 4 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) terutama mekanisme perjalanan menggunakan fasilitas penerbangan di Bandara Sukarno Hatta. “Sebagian besar masyarakat sudah menyadari ketentuan ini, sehingga penumpang penerbangan membutuhkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan surat keterangan sehat sebelum melaksanakan penerbangan,” jelas Yuri.

Berikutnya, Achmad Yurianto menghimbau masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19 dengan cara melaksanakan tatanan norma hidup baru untuk selalu menjaga kesehatan dengan melaksanakan disiplin protokol kesehatan. “WHO sudah menyampaikan informasi bahwa virus corona tidak akan hilang dengan cepat di muka bumi ini, untuk itu cara yang tepat adalah hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan merubah pola hidup sehat dengan melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Yuri.

Sumber Berita: covid19.go.id

Tinggalkan Balasan