PENULARAN COVID-19 TERJADI AKIBAT TIDAK PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

0
68
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Penularan dari hari kehari yang masih ditemukan adalah gambaran dari masih adanya orang yang membawa virus Covid-19, namun tidak mampu melindungi orang lain karena tidak patuhi protokol kesehatan. Dan masih ada orang lain yang sehat dan rentan tertular karena tidak patuhi protokol kesehatan. Ini titik lemah yang sering terjadi dan inilah yang menyebabkan dari hari kehari masih saja terjadi kasus baru.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Sabtu (4/7) sore. Keprihatinan yang diungkapkan Yuri tentang masih terjadinya penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat didasari dengan adanya temuan 1.447 kasus positif baru pada hari ini, sehingga menambah jumlah total kasus positif baru menjadi 62.142 orang.

BACA JUGA: LAKUKAN TRACING AGRESIF, TOTAL POSITIF COVID-19 TEMBUS 60.695

Yuri menjelaskan bahwa data penambahan diperoleh setelah dilakukan uji pemeriksaan spesimen sebanyak 22.992 spesimen dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 112 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 277 laboratorium. “Sampai hari ini jumlah total uji pemeriksaan spesimen sebanyak 894.428,” kata Yuri.

Sebaran Covid-19

Dilihat dari sebaran kasus positif Covid-19, Yuri menyampaikan bahwa Sebaran kasus terbanyak berada di Jawa Timur dengan 413 kasus baru dan 100 sembuh, DKI Jakarta dengan 223 kasus baru dan 268 sembuh, Sulawesi Selatan dengan 195 kasus baru dan 41 sembuh, Jawa Tengah dengan 110 kasus baru dan 50 sembuh, Bali 91 kasus baru dan 24 sembuh.

“Ada 20 provinsi melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif kurang dari 10 bahkan ada 6 provinsi tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 baru dan bahkan beberapa provinsi melaporkan kasus sembuh lebih banyak daripada penambahan kasus positif,” terang Yuri.

Penggunaan Tempat Tidur

Penambahan sejumlah 1.447 kasus positif baru ini tidak dimaknai bahwa seluruhnya masuk ke rumah sakit. Karena sebagian besar dari kasus ini didapatkan dari hasil kontak tracing terhadap kasus positif yang kita rawat dan kita temukan, kemudian dilakukan pemeriksaan spesimen secara masif. “Kita bisa melihat sampai hari ini tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit untuk penderita Covid-19 ini hanya berisi 53,50 persen. Artinya kita masih punya separuh kapasitas tempat tidur lain yang belum diisi,” jelas Yuri.

Sebagian besar Kasus baru yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir bahkan dalam 2 minggu terakhir merupakan kasus dengan keluhan klinis yang minimalis. Pasien tidak menunjukkan adanya indikasi untuk dirawat di rumah sakit, sehingga pasien yang bersangkutan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri secara ketat. “Inilah yang kemudian jadi penting karena kepatuhan dan kedisiplinan dalam melaksanakan isolasi akan sangat berpengaruh terhadap penularan kasus yang baru,” kata Yuri.

Jumlah Sembuh, Meninggal dan ODP/PDP

Hingga hari ini pasien sembuh bertambah 651, sehingga jumlah total pasien sembuh 28.219 orang. Sementara untuk kasus meninggal bertambah 53 orang sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi 3.089 orang. Sudah ada 453 kabupaten/kota terdampak Covid-19 di 34 provinsi di seluruh tanah air. “Hal tersebut tidak diartikan bahwa kasus Covid-19 terjadi secara menyeluruh di setiap kabupaten/kota, melainkan hanya sebagian wilayah dalam satu kabupaten,” tambah Yuri.

BACA JUGA: TERUS MENINGKAT, KASUS POSITIF COVID-19 BERTAMBAH 1.624 ORANG

Gugus tugas sampai hari ini juga masih melaksanakan pemantauan secara terus menerus terjhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 38.890 orang dan melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 14.205 orang.

Melihat gambaran data yang diperoleh, Yuri menyimpulkan bahwa aktivitas yang dilaksanakan di beberapa wilayah masih tetap berisiko terjadi penularan Covid-19. “Produktivitas kita perlu namun mempersyaratkan aman dari Covid-19. Ini bisa kita capai manakala kita disiplin dan ketat patuhi protokol kesehatan, menjaga jarak fisik dengan orang lain, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun,” tegas Yuri

Sumber Berita: https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan