PENINGKATAN SEJUMLAH 1.268 KASUS POSITIF COVID-19, MASYARAKAT DIHIMBAU TETAP WASPADA

0
119
Achmad Yurianto. Sumber Gambarh ttps://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambarh ttps://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Peningkatan sejumlah 1.268 kasus positif Covid-19 hari ini menunjukkan bahwa penyebaran masih terus berlangsung. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada menyikapi potensi peningkatan yang terus berlangsung dan cenderung berada diatas angka 1000 – an.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa dibutuhkan kesadaran masyarakat yang cukup tinggi untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus. Pihaknya menyebutkan bahwa peningkatan sejumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dapat dijadikan indikator potensi penyebaran virus SARS-CoV-2 masih cenderung meningkat.

Peran Serta Masyarakat

Sementara itu, Achmad Yurianto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa penularan COVID-19 tersebar di 456 wilayah administrasi kabupaten dan kota dari 34 provinsi di tanah air. Pihaknya memonitor potensi penularan pada orang dalam pemantauan (ODP) yang berjumlah 38.702 orang dan pengawasan yang ketat pada pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.471 orang

Melihat potensi penularan masih rentan terjadi, Achmad Yurianto menghimbau peran serta masyarakat dalam pengendalian penyebaran Covid-19. “Peran serta masyarakat menjadi faktor penentu di dalam pengendalian ini,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/7) sore.

Uji Spesimen dan Sebaran Covid-19

Dilaporkan Achmad Yurianto bahwa hari ini dalam 24 jam terakhir, Gugus Tugas telah melaksanakan pemeriksaan spesimen, sebanyak 17.816 spesimen. Total yang telah diperiksa berjumlah 946.054 spesimen. “Dari pemeriksaan tersebut 1.268 dinyatakan positif terkonfirmasi  Covid-19,” kata Yuri.

Di sisi lain, jumlah pengujian secara nasional baru mencapai 3.394 uji per satu juta penduduk. Angka tersebut merupakan angka rata-rata nasional, namun ada lima provinsi yang angka pengujian cukup tinggi. Lima provinsi dengan pengujian tinggi yakni DKI Jakarta 26.527 tes per satu juta penduduk, selanjutnya Sumatera Barat 9.124, Bali 8.870, Sulawesi Selatan 6.288 dan Papua 5.440.

Melihat penyebaran Covid-19, Yurianto mengatakan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak yang menambahkan 280 kasus positif baru dan sembuh 118 pasien. Posisi kedua yaitu Sulawesi Selatan dengan penambahan 218 kasus positif baru dan sembuh 45 pasien. Sementara DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan tambahan kasus baru sebanyak 190 orang dan sembuh 241 pasien.

Dua provinsi lain yang masuk lima besar adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat, masing-masing adalah 140 kasus baru dan 79 kasus baru. “Ada 19 provinsi yang hari ini melaporkan kasusnya di bawah 10, sementara 5 provinsi tidak ada penambahan kasus baru,” kata Yurianto melanjutkan penjelasannya.

Peningkatan sejumlah 52 orang pasien sembuh, yang sehari kemaren berjumlah 814 dan hari ini berjumlah 866 pasien sembuh menambah kontribusi jumlah total pasien sembuh menjadi 30.785 pasien. Sedangkan kasus meninggal bertambah 68 orang, sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi 3.309 kasus.

Beban Rumah Sakit dan Protokol Kesehatan

Sebelumnya Achmad Yurianto juga menyampaikan bahwa pengendalian penyebaran Covid-19 sangat penting dilakukan. Selain untuk memutus rantai penyebaran dan penularan pengendalian dapat membantu untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan Covid-19. 

“Kita sadari sekarang bahwa rawatan penderita Covid-19 tidak murah dan tidak mudah. Beban yang berlebihan bagi satu rumah sakit untuk merawat Covid-19 ini akan berdampak pada kerugian yang besar,” lanjutnya. 

Dalam setiap kesempatan, Achmad Yurianto selalu mengingatkan tentang kepatuhan dan kedisiplidan protokol kesehatan. “Kita yang bisa menghentikan sebaran ini. Tetap gunakan masker dengan cara yang benar, jaga jarak setidak-tidaknya lebih dari 1 meter, dan rajin mencuci tangan. Ini satu-satunya cara yang bisa kita lakukan. Peran saudara-saudara sekalian menjadi penentu di dalam memutuskan rantai penularan COVID-19 ini,” tekannya.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/

Tinggalkan Balasan