Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

PEMPROV JATENG SIAPKAN ASURANSI KEPADA PETANI YANG TERKENA CUACA EKSTRIM

Jawa Tengah, “tabloidnusantara.com” – Cuaca ekstrim yang melandan di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah, yang mengakibatkan gagal panen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) memberikan asuransi usaha tani padi (AUTP) kepada petani, yang terkena cuaca ekstrim seluas kurang lebih 154 hektar, senilai Rp6 juta per hektare.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jawa Tengah, “tabloidnusantara.com” – Cuaca ekstrim yang melandan di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah, yang mengakibatkan gagal panen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) memberikan asuransi usaha tani padi (AUTP) kepada petani, yang terkena cuaca ekstrim seluas kurang lebih 154 hektar, senilai Rp6 juta per hektare.

Seperti
halnya yang disampaikan Kepala Distanbun Pemprov Jateng, Suryo Banendro mengatakan,
kurun waktu Desember 2019-Januari 2020, total keseluruhan lahan yang terendam
air akibat cuaca ekstrem 5.722 hekatare, tersebar di 12 kabupaten. Sebanyak 154
hektare di antaranya mengalami puso.

“Untuk
yang puso kita siapkan asuransi, itu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun
2020, dari APBD Provinsi 35.000 hektare, dan dari pusat ada 200.000 hektare.
Untuk yang provinsi itu tanpa premi, kita yang tanggung,” ujarnya, saat
konferensi pers di Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu
(15/1/2020)

Ditambahkan,
AUTP tersebut untuk lahan puso. Sebab, lahan yang mengalami puso tidak lagi
diharapkan untuk tumbuh kembali. Lahan puso biasanya terjadi setelah lahan
tergenang selama lima hari.

“Beda
kalau banjir, masih bisa hidup. Atau tergenang tapi tidak keseluruhan ada
batang yang muncul lebih tinggi dari air. Itu kemungkinan masih bisa tumbuh.
Nah, asuransi ini untuk puso dan khusus untuk petani miskin. Sejauh ini ada 154
hektare yang diajukan asuransi karena puso,” lanjut Suryo.

Selain
AUTP, pihaknya juga menyediakan pinjaman alat gratis untuk tanam. Di antaranya
traktor, alat tanam mesin, pompa dan lain sebagainya.

“Puso
yang mau tanam kita sediakan pinjaman alat gratis. Untuk benih lewat kabupaten
karena penganggaran ada di kabupaten. Ini untuk percepatan tanam lagi,” papar
Suryo.

Dijelaskan,
AUTP tersebut diberikan kepada petani yang sudah terdaftar. Caranya melalui
kelompok-kelompok tani resmi yang terdaftar di Kementan.

“Nanti,
laporannya bisa lewat kelompok tani masing-masing. Kita akan cek, apa benar
puso atau tidak. Klaim asuransi paling lama tiga bulan sudah cair. Itu sudah
cepat,” terangnya.

Suryo
mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan tindakan antisipatif berkait dengan
menghadapi musim penghujan.

“Kita
sudah sosialisasi dan memberi warning terkait kondisi cuaca.
Kita juga selalu kordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Menurut
Suryo, selain padi, lahan lain yang terdampak adalah tanaman bawang merah di
Tegal dan Brebes dan jagung di Grobogan, Brebes, dan Tegal.

“Untuk
saat ini dari total yang tergenang atau banjir, sudah ada yang surut sekitar
4.000 hektare. Kami sampai saat ini juga masih melakukan pantauan-pantauan,”
pungkas dia. (Wk/Ul, sumber Diskominfo Jateng)