PEMKAB DEMAK, EVALUASI DENGAN PENINGKATAN KASUS POSITIF COVID-19

0
31
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono

DEMAK, “tabloidnusantara.com” – Daerah wilayah Kabupaten Demak, menggelar evaluasi terkait peningkatan yang signifikan pasien positif Covid-19, dari data yang terkonfirmasi, terdapat peningkatan 7 hingga 10 pasien yang positif terjangkit covid-19, setiap harinya.

Dimana data tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono mengatakan, berdasar data per Senin (1/6/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 60 kasus, namun pada Jumat (12/6/2020) jumlah pasien positif naik menjadi 123 kasus. Artinya ada lonjakan kenaikan lebih dari 100 persen dalam rentang waktu tersebut.

BACA JUGA : TEMUKAN 13 KASUS POSITIF COVID-19, KAB. JEPARA AKAN GENJAR LAKSANAKAN RAPID TES

Ditambahkan, hingga Sabtu (13/6/2020) jumlah pasien yang meninggal karena terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien dalam perawatan (PDP) jumlahnya sudah mencapai 72 orang. Padahal standar pencegahan sudah dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi titik mana yang belum maksimal dilaksanakan.”Ujarnya.

Maka dari itu kita akan mengevaluasi, dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi yang harus terus ditingkatkan guna menggugah kesadaran masyarakat, kalau perlu tindakan tegas kita terapkan bagi masyarakat yang melanggar aturan. “Contohnya dalam Pemakaian masker, sudah 40 persen mengurangi proses penularan. Ditambah cuci tangan pakai sabun dan social distancing bisa mencapai 80 persen sampai 90 persen dapat mencegah tertular Covid-19,” jelas

Kedepan kita akan melibatkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “tegasnya.

Disisi lain wakil bupati, Demak Joko Sutanto meminta masyarakat Demak mulai membiasakan diri dengan tatanan kehidupan baru (new normal), dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Seperti selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak dengan orang.

BACA JUGA : HUT KE-74, POLDA JATENG SERENTAK SALURKAN BANSOS

“Kebiasaan baru ini dimungkinkan akan berlangsung lama, sehingga kebiasaan pertemuan akan diganti dengan vidcon, pengajian dengan pembatasan peserta, tahlilan kematian diatur, dan lain-lain. Untuk itu kita harus siap dengan kondisi seperti itu,” Jelas wabup.

Tinggalkan Balasan