Papua, “tabloidnusantara.com” – Prajurit
TNI tidak hanya menjaga keutuhan NKRI, namun mereka juga peduli dengan dunia
pendidikan. Seperti yang dilakukan oleh Dankima Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif
Raider 509 Kostrad Kapten Inf Sujito.
Pada kegiatan tersebut Kapten Inf
Sujito membantu mengajar di perbatasan wilayah timur Republik Indonesia dengan
Pupua Nugini (RI-PNG). Tepatnya di Sekolah Dasar (SD) YPK Pengharapan Forwasi
Wallay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Pada Senin (27/01/2020)
Dalam kegiatan tersbut Kapten Inf
Sujito menuturkan bahwa dirinya secara langsung datang dan membantu mengajar
murid-murid SD tersebut, sebagai wujud perhatiannya akan dunia pendidikan, dan
melihat secara langsung kondisi siswa/i di sekolah tersebut.
“Kami mengamati bahwa salah satu
kendala yang dihadapi sejumlah sekolah yang ada di perbatasan adalah kurangnya
tenaga guru atau tenaga Pendidik, sehingga proses atau kegiatan pembelajaran
terhambat. Bertolak pada hal tersebut diatas, saya berinisiatif untuk membantu
pelaksanaan proses belajar mengajar di SD YPK Pengharapan Forwasi Wallay dengan terjun langsung untuk mengajar,”
katanya.
Selanjutnya Danki satgas juga
banyak mengajarkan berbagai hal mulai dari mengajar membaca, menulis dan
berhitung, tidak lupa pula diajarkan materi tentang wawasan kebangsaan, yang
diharapkan dapat diketahui sejak dini oleh para siswa/i di sekolah tersebut.
“Dalam materi wawasan kebangsaan
yang diberikan, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan saling
peduli dalam hati peserta didik antara
satu dengan yang lainnya sejak dini”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah
Faha yang melihat bapak TNI membantu mengajar disekolahnya tersebut mengucapkan
terima kasih kepada bapak TNI yang sudah mau membantu mengajar disekolah kami.
“Kami pihak sekolah sangat berterima kasih kepada bapak TNI yang sudah
mau dan rela membantu kegiatan belajar mengajar di SD YPK Pengharapan Forwasi
Wallay,”Katanya
Dimana Sekolah ini memiliki Siswa
berjumlah 75 orang, terdiri dari 6 Rombongan belajar, yaitu dari kelas 1 sampai
kelas 6. Setiap kelas terdiri atas 10 sampai dengan 20 siswa. Selain itu,
sekolah ini juga memiliki 4 orang guru, yang terdiri atas tiga guru pegawai
negeri dan satu tenaga honorer. Namun mereka tidak bisa selalu hadir bersama
dikarenakan tempat tinggalnya sangat
jauh dari sekolah.
“Di sini kami sangat kekurangan
guru yang bisa mengajar Siswa-siswa sehingga banyak kendala yang dihadapi pada
saat proses belajar mengajar, melihat hal yang dilakukan bapak-bapak TNI, kami
sangat terbantu”, Pungkasnya.
- Otentikasi : Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si.
- (Kapendam XVII/Cenderawasih)