PANGDAM TEGASKAN AKAN MEMPROSES HUKUM PRAJURIT TNI YANG BERSALAH

0
2694
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, Tinjau Langsung Pos Yonif 755 di kasonaweja, kab. Mamberamo raya.

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, usai upacara pengataran jenazah, langsung terbang menuju Memberamo Raya, tinjau langsung Pos Yonif 755 di Kasonaweja, Kab. Mamberamo Raya.

Kedatangan Pangdam selain untuk melihat langsung TKP, juga untuk memastikan bahwa investigasi gabungan TNI – Polri masih terus dilakukan untuk memeriksa oknum prajurit TNI yang terlibat dalam insiden bentrokan yang menyebabkan tertembaknya anggota Polres Mamberamo Raya kemarin (Minggu, 12/4/2020).

BACA JUGA : SALAH PAHAM, BENTROK TNI-POLRI DUA ANGGOTA POLISI MENINGGAL

Dalam kesempatan tersebut, dihadapan anggota Pos Satgas Yonif 755, Pangdam menegaskan tidak akan melindungi anggota yang salah. “Saya tegaskan, bahwa proses hukum akan dilakukan bagi kalian yang berbuat pelanggaran,” tegas Pangdam.

Mayjen TNI Herman Asaribab juga mengevaluasi unsur pimpinan pos yang kurang mampu berkoordinasi dengan baik dengan institusi kepolisian. “Ini tidak boleh terjadi lagi. Semua anggota TNI di wilayah harus saling mengenal dengan rekan dari kepolisian. Bila kalian saling mengenal, maka persoalan di lapangan akan cepat terselesaikan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga Pangdam mengingatkan agar prajurit yang bertugas di wilayah untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di tempat mereka bertugas.

BACA JUGA : TIGA JENAZAH KORBAN BENTROKAN TNI-POLRI DIKIRIM KE KAMPUNG HALAMAN

“Pahami kearifan lokal masyarakat dan jadikan Bupati dan tokoh-tokoh masyarakat setempat sebagai orangtua kalian, supaya kalian tidak salah melangkah saat melaksanakan tugas,” pungkas Mayjen TNI Herman Asaribab.

Otentikasi : Kol Cpl Eko Daryanto (Kapendam XVII/Cenderawasih)

Tinggalkan Balasan