NAIKAN HARGA MASKER, APOTEK DI KOTA JAYAPURA TERANCAM DITUTUP

0
21
wakil walikota ,Rustan saru bersama kepala dinas kesehatan dan satpol PP kota jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak ) di Sejumlah apotek di Kota Jayapura

JAYAPURA, ‘tabloidnusantara.com” – wakil walikota ,Rustan saru bersama kepala dinas kesehatan dan satpol PP kota jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak ) di Sejumlah apotek di Kota Jayapura ,guna memastikan ketersedian stok masker ,dalam sidaknya wakil walikota akan memberikan sangsi tegas akan menutup tempat  ijin usahanya, menyusul terjadinya kenaikan harga masker pelindung enam hingga 10 kali lipat.

Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru mengaku, dirinya telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek dan distributor obat-obatan di Kota Jayapura.

BACA JUGA : ANTISIPASI CORONA, DISDIK MINTA SEKOLAH SIAPKAN TEMPAT CUCI TANGAN

“Tadi ada beberapa distributor yang saya datangi, ada PT Rajawali, PT Anugerah, termasuk apotek juga, dan memang stok masker sudah habis,” ujar rustan, Rabu (4/3/2020).

Pemerintah kota jayapura akan mengantisipasi terjadinya kelangkaan masker, dan kenaikan harga yang sengaja dispekulasi oleh distributor maupun apotek-apotek yang ada di Kota Jayapura.

“Ini yang kita khawatirkan, makanya kita lakukan Sidak. Saya juga sudah warning kepada apotek dan distributor supaya jangan menaikan harga seenaknya, apabila itu terjadi, maka ijin mereka kita cabut, police line tidak ada ampun untuk mereka (distributor obat-obatan dan apotek),” ujar rustan

Supervisor Penjualan PT Kimia Farma Trading & Distributor cabang Jayapura, Sisca Mantol mengaku, stok masker yang tersedia pada PT Kimia Farma telah habis sejak awal Februari lalu.

“Stok kita kosong, waktu itu tinggal 20 box tapi kita sudah kirim kembali ke pusat, karena di pusat stok kosong sehingga kita yang cabang diperintahkan untuk kirim stok yang ada,” papar Sisca.

Sementara Dina, Accounting PT Rajawali Nusindo cabang Jayapura, mengaku stok masker yang bersedia pada pihaknya kosong sejak pekan lalu.

“Terakhir kami kirim ke Kabupaten Dogiai, kalau apotek-apotek di Kota Jayapura pekan lalu kami distribusi,” kata Dina.

Dina mengaku kurang lebih 20 apotek di Kota Jayapura yang dilayani oleh PT Rajawali Nusindo cabang Jayapura, selain itu Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan RSUD Jayapura juga menjadi partner mereka mendistribusikan masker pelindung.

“Setiap tiga hari sekali kali distribusi, tetapi sudah satu minggu ini kami off,” terangnya.

Harga masker pelindung yang ditetapkan distributor per lembar Rp.400 sementara per box isi 50 lembar dipatok seharga Rp. 20.000. Saat ini harga masker di sejumlah apotek di Kota Jayapura di bandrol seharga Rp.5.000 per lembar sedangkan harga per box mencapai Rp.200.000.

BACA JUGA : TNI BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MENDATANGI RUMAH WARGA

“Waktu Presiden umumkan kasus pertama warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19, malamnya ada yang datang borong masker, kebetulan stok kami tinggal 5 box, langsung diborong semuanya,” kata Noer, karyawan apotek Inti Farmasi Jayapura.

Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru mengaku, pihaknya akan terus memantau perkembangan penjualan masker pelindung di Kota Jayapura, hingga situasi benar-benar normal.

“Jadi kalau nanti kalau ada apotek yang masih menaikan harga, kita akan kenakan sanksi tegas,” ungkap rustan (LM)

Tinggalkan Balasan