MINGGU 12 APRIL 2020, KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA 4.241, SEMBUH 359 DAN MENINGGAL 373

0
255
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com“. – Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut bahwa terhitung mulai hari Sabtu tanggal 11 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Minggu tanggal 12 April 2020 pukul 12.00 WIB berdasarkan data yang didapat dan sudah terkonfirmasi, terjadi penambahan sebanyak 399 pasien positif. “Kami laporkan update kasus per hari ini sudah ada 399 baru sehingga jumlah total menjadi 4.241 orang,” ujar Yurianto saat konferensi pers di gedung BNPB Jakarta, Minggu (12/4) sore.

Menurut Yuri jumlah pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan yaitu sebanyak 73 orang sehingga total menjadi 359 orang. Sementara itu, untuk pasien yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona Covid-19 pada hari ini ada 47 orang. Dengan begitu, jumlah akumulatif keseluruhan sampai dengan hari ini ada 373 orang meninggal dunia akibat virus dari Wuhan tersebut.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesia 12 April 2020. Sumber Gambar Covid19.go.id

Sebelumnya Yuri menyampaikan bahwa sampai hari ini pemerintah melaksanakan pemeriksaan menggunakan metode PCR real time kepada lebih dari 27 ribu orang.  “Ini menunjukkan bahwa kita secara serius akan mencari kasus positif di tengah masyarakat,” ujar Yuri. Selain itu, Yuri juga menyebut bahwa sudah lebih dari 60 laboratorium di seluruh Indonesia diaktifkan dan ditingkatkan untuk digunakan dalam pemeriksaan spesimen.

Begitu pula dalam hal APD, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 790.000 APD dengan kualitas terbaik untuk seluruh tenaga medis di seluruh wilayah tanah air. “Kami juga sudah mengeluarkan rekomendasi terkait dengan Rapid Diagnostic Test berbasis antibodi Covid-19 sesuai dengan edaran WHO per 7 April 2020,”  lanjut Yuri.

Achmad Yurianto dalam kesempatan itu, meminta masyarakat untuk  mematuhi dan disiplin dalam melaksanakan  pedoman pembatasan yang dibuat pemerintah. mencuci tangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah, dan menjaga jarak aman saat berkomunikasi dengan orang lain. Termasuk tidak bepergian, terlebih pulang ke kampung halaman karena risikonya sangat besar.

“Saat ini PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah berlaku di DKI. Kami mengimbau warga DKI patuh dan displin melaksanakan pedoman yang ditetapkan gubernur,” kata Yuri. Hal itu, kata Yuri, semata-mata untuk melindungi seluruh masyarakat, juga sebagai upaya yang lebih kuat lagi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain DKI Jakarta, Yuri mengatakan pemerintah sudah menyetujui usulan Gubernur Jawa Barat untuk penerapan PSBB di Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupatan dan Kota Bekasi. “Kami juga sedang memproses pengajuan dari Provinsi Banten, baik untuk Kabupaten dan Kota Tangerang maupun Kota Tangerang Selatan. Yuri menegaskan wabah virus corona ini faktor pembawanya adalah manusia. Oleh karena itu sebisa mungkin aktivitas manusia dikendalikan.

Pembatasan-pembatasan yang ditetapkan pemerintah itu adalah untuk pengendalian agar kontak dekat dan transmisi lokal dapat dikontrol semaksimal mungkin. Pembatasan ini perlu diterapkan mengingat DKI Jakarta pencapaian kasus positif sudah mencapai 2.044 kasus, 142 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus, dan 195 orang meninggal. Demikian juga provinsi Jawa Barat tentunya menjadi provinsi dengan kasus positif terbesar kedua yang merupakan daerah penyangga dengan jumlah kasus positif sebanyak 450 kasus, 19 orang sembuh, dan 43 orang meninggal.

“Mari kita lindungi (keluarga). Lawan Covid-19 dengan tingkatkan imunitas diri, makan bergizi, hati gembira, sabar, tenang, istirahat cukup dan teratur, tidak panik. Gotong royong dan bersatu lawan Covid-19,” tegas Yuri.

Sumber Berita : covid19.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan