MENINGKAT LAGI MENJADI 2.956 KASUS POSITIF COVID-19, PEMERINTAH EFEKTIFKAN PHYSICAL DISTANCING

0
135
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV

JAKARTA, “tabloidnusantara.com“. – Jumlah kasus positif Covid-19 bertambah menjadi 2.956 kasus terhitung mulai hari Selasa tanggal 7 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Rabu 8 April 2020 pukul 12.00 WIB. Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19  mengatakan bahwa, terdapat tambahan kasus baru sebanyak 218 orang sehingga total menjadi 2.956 kasus. “Ada 218 kasus baru sehingga total menjadi 2956 kasus,” kata Yuri di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (8/4) sore.

Yuri juga mengumumkan  jumlah pasien sembuh bertambah 18 kasus sehingga jumlah total menjadi 222 orang. Sementara itu jumlah kasus meninggal bertambah 19 sehingga total kasus meninggal mencapai 240 kasus.

Jumlah Terpapar Covid-19 di Indonesia. Sumber Gambar covid19.go.id

Sebelumnya Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun strategi penanganan untuk pemberantasan Covid-19 yang diantaranya adalah hal mendasar mencegah terjadinya penularan baru ditengah-tengah masyarakat. ”Maka dari itu physical distancing menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan pengendalian penularan Covid-19, tegas Yuri.

Saat ini dirasa perlu oleh pemerintah untuk memperkuat physical distancing, karena dalam beberapa hari terakhir pihaknya menemukan ketidakefektifan pelaksanaannya akibat disiplin yang masih belum terbangun bersama didalam masyarakat. “Oleh karena itu pemerintah memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mengajukan PSBB untuk meningkatkan efektifitas physical distancing,” lanjut Yuri.

Achmad Yurianto juga menegaskan bahwa masih adanya kelompok yang rentan terkena penyakit ini yang mengabaikan physical distancing, mengabaikan jaga jarak dan mengabaikan untuk tidak rajin cuci tangan sehingga akibatnya terjadi penularan terus menerus. “Strategi dasar ini kita perkuat dengan adanya gerakan masker untuk semua,” lanjutnya

Strategi yang kedua menurut Achmad Yurianto adalah melakukan penelusuran kontak dari kasus positif yang kita rawat. “Kita harus mewaspasdai betul kelompok-kelompok yang potensial menjadi sumber penularan diantaranya adalah kontak dekat kasus positif, resiko pada tenaga kesehatan yang merawat penderita dan pada masyarakat di daerah dimana kasus Covid-19 sangat banyak ditemukan,” terang Yuri

Sementara itu kebijakan yang ketiga yang diambil pemerintah adalah mengedukasi dan menyiapkan secara mandiri pada sebagian hasil kontak presing yang menunjukkan hasil test positif dari rapid test atau negatif namun memiliki gejala untuk melakukan isolasi secara mandiri.

Sumber Berita : covid19.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan