MASKER LEBIH EFEKTIF CEGAH COVID-19 DARIPADA FACE SHIELD

0
87
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. Menggunakan masker lebih efektif cegah Covid-19 daripada face shield. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (12/7) sore.

Achmad Yurianto menegaskan bahwa bahwa penggunaan topeng wajah transparan atau face shield tanpa masker penutup mulut dan hidung tidak dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap cemaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. “Menggunakan face shield saja tanpa masker, tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Yuri.

BACA JUGA: KETIDAKPATUHAN MENGGUNAKAN MASKER PENYEBAB PENAMBAHAN KASUS POSITIF COVID-19

Droplet

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih meyakini bahwa penularan virus yang terjadi melalui cemaran droplet. Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak.

Oleh sebab itu potensi penularan Covid-19 yang sebagian besar disebabkan adanya percikan droplet diudara menjadi ancaman bagi pengguna face shield tanpa masker. Menurut Yuri Face shield hanya mampu melindungi penggunannya terhadap droplet ukuran besar, akan tetapi tidak menjamin partikel micro droplet tidak terhirup ke dalam mulut atau hidung.

Micro droplet dapat berada di udara dalam waktu yang relatif lama dan berpotensi terhirup secara tidak sengaja,” jelas Yuri meyakinkan bahwa masker lebih efektif menghambat partikel micro droplet terhirup kedalam mulut atau hidung.

Dalam hal ini Yuri menyarankan face shield lebih baik digunakan sebagai tambahan dari penggunaan masker. Akan tetapi pihaknya tetap tidak menyarankan apabila seseorang hanya menggunakan face shield tanpa masker. Masker lebih efektif cegah Covid-19 daripada face shield.

Perkembangan Covid-19 Di Indonesia

Sementara itu sampai hari ini selama 24 jam terakhir, pemerintah melalui Gugus Tugas masih melaksanakan pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379 dan total akumulasi yang telah diuji tercatat menjadi 1.061.367. Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 161 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 115 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 299 laboratorium.

BACA JUGA: PEMERIKSAAN SPESIMEN MENCAPAI 1 JUTA, KONFIRMASI POSITIF COVID-19 BERTAMBAH 1.611

“Dari pemeriksaan ini kita mendapatkan penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.681 orang sehingga totalnya menjadi 75.699 orang,” kata Yuri. Sementara pasien sembuh pada hari ini bertambah 919 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 35.638 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 71 orang, sehingga jumlah kasus meninggal menjadi 3.606 orang. 

Sebaran Covid-19

Melihat sebaran penambahan kasus positif, Achmad Yurianto menyebutkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak penambahan kasus positif baru sebanyak 518 kasus baru, DKI Jakarta melaporkan 404 kasus baru, Sulawesi Selatan 173 kasus baru, Kalimantan Selatan 77 kasus baru, Jawa Tengah 70 kasus baru, Papua 63 kasus baru, Jawa Barat 50 kasus baru.

“17 provinsi hari ini melaporkan penambahan kasus baru dibawah 10, bahkan 5 provinsi diantaranya tidak ada kasus baru sama sekali diantaranya Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur,” jelas Yuri. Sementara itu 6 provinsi hari ini melaporkan kasus sembuh lebih banyak daripada kasus positif diantaranya Bali, Banten, Maluku, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Jambi.

Dipaparkan juga bahwa sejumlah 460 kota/kabupaten dari 34 provinsi di tanah air sudah terdampak Covid-19. Selain itu Gugus Tugas sampai hari masih melaksanakan pemantauan secara terus menerus terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 34.486 orang dan masih melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 14.515 orang.

Diakhir penjelasannya Yuri mengingatkan sekali lagi kepada masyarakat bahwa masker menjadi kunci pemutusan penyebaran Covid-19. “Oleh karena itu, gunakan masker, kedua menjaga jarak, ketiga rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir,” tutupnya.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan