LIMA TRIK KENYAMANAN BERINTERAKSI DI MEDIA SOCIAL

0
71
Ilustrasi Media Social

“tabloidnusantara.com” – Media Sosial, siapa sih yang tidak mengetahui tentang media social, dari 267 juta jiwa, penduduk Indonesia setengah dari populasi tersebut dipastikan adalah pengguna media sosial.

“Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta dan salah satunya pasti kamu.

Saat ini hampir semua orang memiliki akun sosial media. Apakah itu Facebook, Twitter, Instagram dll. Mungkin bagi sebagian orang sosial media telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. “Dengan Melalui media social. “Di era berkembangnya media sosial memang membuat seseorang merasa lebih dekat dengan orang-orang yang diikutinya.

Menurut data dari Zephoria, setiap bulannya Facebook memiliki 1,44 milliar user aktif. 1,25 milliar diantaranya mengakses Facebook dari perangkat mobile. “Dan ada 300 juta foto yang diupload setiap harinya.

“Sayangnya kepopuleran situs sosial media juga menarik minat para penjahat cyber. “Sudah banyak kasus kejahatan cyber yang dilakukan melalui situs sosmed, beberapa diantaranya adalah identity theft (pencurian identitas), pedophilia, penipuan (cyber scam), bullying, malware,  dan beberapa beberapa kasus pelanggaran privacy.  

“Tampaknya masyarakat kurang menyadari, tentang keamanan media social, karena penjahat cyber seringkali menggunakan info pada profile pada sosial media untuk mengumpulkan informasi tentang korban, orang tak bertanggung jawab menggunakan data pribadi yang ada di media sosial untuk melakukan tindak kejahatan.

“Salah satu kasus korban menerima sebuah pesan phishing, “Pesan ini biasanya mengarahkan korban untuk meng-klik sebuah tautan. Biasanya tautan ini adalah sebuah website palsu. Dengan cara ini penyerang bisa mencuri login dan password dari korban.

Gak ada salahnya memperhatikan batasan-batasan saat menggunakan media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Batasi Pertemanan Di Media Social.

Selektiflah dalam memilih pertemanan dimedia social. “Lebih baik membuat lingkaran pertemanan menjadi lebih ketat dan lebih bermakna.

Beberapa alasan lain perlu membersihkan pertemanan di media sosial bisa menghemat waktu dan menjaga ketenangan jiwa kamu.

2. Jangan Mengunggah Data Atau Foto Pribadi Terlalu Lengkap.

Nama lengkap, tanggal lahir, alamat serta nomor telepon merupakan data yang cukup pribadi. Tak perlu memberikan informasi tersebut di media sosial kamu.

Meski media sosial telah memiliki sistem keamanannya sendiri, bukan tak mungkin akun kamu diretas oleh orang yang tak bertanggung jawab. Informasi tersebut bisa membantu penipu meretas akun pribadi atau perbankan yang kamu miliki.

3. Jangan Mengunggah Berbagai Kartu Indentitas

Karena hanya ingin diakui di dunia maya, untuk mengincar like dan komen serta berharap dianggap keren karena suatu pencapaian. “Misalnya dengan membagikan foto SIM atau foto kartu kredit tanpa melakukan sensor. Membagikan foto tiket pesawat, tiket konser yang berisi informasi pribadi serta tanpa melakukan sensor pada barcode yang terdapat di dalamnya.

Hal-hal yang mungkin dianggap wajar malah bisa memicu orang tak bertanggung jawab menggunakan informasi pribadi kamu untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Memposting Hal-Hal Yang Positif

Pilihlah apa yang perlu kamu bagikan dan tidak perlu posting hal-hal yang akan dianggap buruk oleh pengguna media sosial.

5. Pikirkan Geolokasi Pada Postingan Anda.

Memang menyenangkan berbagi geolokasi pada sebuah postingan. Namun secara tak langsung, kamu sudah memberi tahu semua orang yang bisa membuka akun media sosial kamu mengetahui tempat kamu berada saat itu.

Memposting rutinitas harian selalu dengan geolokasi bisa mempermudah orang yang berniat jahat untuk mempelajari posisi kamu setiap hari pada jam-jam tertentu. “Tempat kamu tinggal, kerja, tempat kamu naik kendaraan umum, tempat makan, tempat liburan dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan