KETIDAKPATUHAN MENGGUNAKAN MASKER PENYEBAB PENAMBAHAN KASUS POSITIF COVID-19

0
92
Achmad Yuriantao. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Konferensi Pers Achmad Yurianto

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Ketidakpatuhan menggunakan masker menjadi penyebab utama tingginya penambahan kasus positif Covid-19. “Dari penelitian yang terus berlangsung oleh para ahli, salah satu faktor yang paling menyumbang kasus positif terbanyak karena ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan menggunakan masker, ini menjadi penting,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Sabtu (11/7) sore.

Yuri menjelaskan bahwa banyak masyarakat mengabaikan cara penggunaan masker yang benar. Kesulitan bernafas dan tidak nyaman menjadi alasan utama banyak orang yang memakai masker hanya menutup hidung atau menutup mulut saja.

“Kami melihat banyak yang menggunakan masker kain yang didesain terlalu tebal sehingga tidak nyaman untuk bernafas atau menggunakan bahan elastis yang terlalu menekan hidung, ini juga tidak nyaman digunakan, sehingga seringkali penggunanya menurunkan maskernya hanya menutup mulut dengan alasan tidak bisa bernafas,” tambah Yuri.

Dalam kesempatan yang sama, Yuri juga menyinggung penggunaan face shield untuk mencegah penularan COVID-19. Menurutnya penggunaan faceshield tanpa menggunakan masker kurang efektif mencegah droplet. Face shield hanya melindungi dari atas, sehingga kurang memberikan perlindungan secara menyeluruh.

Untuk itu, ia mengimbau tetap menggunakan masker yang diinovasi supaya nyaman agar bisa menghindari penyebaran droplet dari segala sisi. “Ini upaya yang harus kita lakukan, kalau tidak maka provinsi-provinsi yang masih tinggi angka kenaikan kasusnya akan semakin lambat kita kendalikan,” terang Yuri.

Perkembangan Covid-19

Sementara itu, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam 24 jam terakhir masih melaksanakan pemeriksaan spesimen sebanyak 23.310 sehingga total akumulasi yang telah diuji menjadi 1.038.988. Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 161 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 115 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 299 laboratorium.

Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.671 orang, sehingga jumlah total kasus positif menjadi 74.018 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh setelah 2 kali pemeriksaan hasilnya negatif bertambah 1.190 orang sehingga total pasien sembuh 34.719 orang, kemudian kasus meninggal bertambah 66 orang menjadi 3.535 orang.

Sebaran Covid-19

Hari ini provinsi yang melaporkan adanya penambahan kasus positif terbanyak adalah Jawa Timur melaporkan 400 kasus baru, DKI Jakarta melaporkan 378 kasus baru, Sulawesi Selatan 180 kasus baru. Kemudian Jawa Tengah melaporkan 100 kasus baru, Sumatera utara 87 kasus baru, Kalimantan Selatan 79 kasus baru, dan Jawa Barat 73 kasus baru.

“Hari ini 18 provinsi melaporkan kasus baru dibawah 10 dan 6 provinsi tanpa ada kasus baru yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Timur,” kata Yuri. Sejumlah 460 kota/kabupaten dari 34 provinsi di tanah air sudah terdampak Covid-19.

Untuk mencegah terjadinya penambahan kasus positif yang semakin meluas pemerintah masih melaksanakan pemantauan secara terus menerus terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 34.887 orang dan masih melaksanakan pengawasan ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.752 orang. 

Sumber Berita : https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan