Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi gempa untuk waspada dan menyiapkan mitigasi bencana yang diperlukan.
Dikutip dari Antara, hal ini
disampaikan dalam Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook Bencana 2020 yang
diadakan di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho Graha BNPB, Jakarta, Senin
(30/12
“Gempa bumi di Halmahera
Selatan dengan magnitudo 7,2 bisa menjadi pelajaran. Dengan kekuatan gempa
cukup besar tetapi korban jiwa relatif sedikit,” kata Doni Monardo
Ia mengatakan gempa tersebut
hanya menyebabkan 14 orang korban jiwa karena masyarakat setempat segera
melakukan evakuasi dan penyelamatan diri saat gempa terjadi.
Hanya dalam hitungan lima detik
setelah gempa, masyarakat sudah keluar dari rumah sehingga korban jiwa akibat
tertimpa reruntuhan sangat sedikit.
“Catatan Belanda terhadap
kejadian gempa magnitudo 6,5 di Ambon pada 1899 yang menyebabkan 41 orang
korban jiwa juga bisa menjadi pelajaran. Setelah gempa tersebut, tidak boleh
ada lagi rumah dari batu karena pasti rusak akibat gempa. Yang ada adalah
kearifan lokal berupa rumah bakancing (berkancing),” katanya.
Ia mengatakan gempa dan tsunami
adalah bencana yang berulang. Karena itu, wilayah-wilayah yang memiliki potensi
gempa tetapi belum melepaskan energinya dengan kejadian gempa harus diwaspadai.
Kejadian gempa di Sendai, Jepang
juga bisa menjadi pelajaran.Wilayah tersebut pernah diguncang gempa pada 1933
sehingga pemerintah setempat kemudian membangun infrastruktur mitigasi gempa.
“Namun, seorang ahli Jepang
menyatakan generasi muda Jepang banyak yang lupa dengan kejadian bencana.
Akibatnya, saat Sendai dilanda gempa lagi pada 2011, di tempat yang sama,
masyarakat yang menjadi korban cukup banyak,” katanya.
Meskipun menyebut gempa dan
tsunami adalah bencana yang berulang, Doni Monardo mengatakanh hingga saat ini
belum ada satu pun teknologi di dunia yang bisa memperkirakan kapan akan
terjadi gempa.
“Karena itu, kita harus
waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana,” katanya.
BNPB mengadakan Kaleidoskop
Bencana 2019 dan Outlook Bencana 2020 dengan menghadirkan sejumlah narasumber
dari berbagai kementerian/lembaga.
Selain Doni Monardo, narasumber
lain dalam acara tersebut adalah Kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi Kasbani, Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Achmad Gani Ghazaly Akman, dan Direktur
Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali.