KASUS POSITIF TEMBUS 1.113, PENGGUNAN MASKER SECARA BENAR TEKAN RESIKO PENULARAN HINGGA 1,5 PERSEN

0
68
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Penambahan kasus terkonfirmasi positif diatas angka 1000 kembali terjadi. Penambahan pada hari ini terhitung dalam 24 jam terakhir, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berhasil mencatat adanya penambahan 1.113 kasus positif baru, sehingga jumlah total kasus positif menjadi 49.009 orang.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (24/6) sore juga menyampaikan adanya penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak 417 orang, sehingga jumlah pasien sembuh sampai hari ini sebanyak 19.658 orang. Penambahan kasus sembuh juga diikuti penambahan kasus meninggal sebanyak  38 orang, sehingga total kasus meninggal sampai hari ini menjadi 2.573 orang.

Menurut Yuri, data yang telah disebutkan tadi diperoleh dari akumulasi jumlah pemeriksaan yang dilakukan per Rabu (24/6) sebanyak 21.233 spesimen, sehingga jumlah total pemeriksaan spesimen sampai hari ini mencapai 689.492 spesimen.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesia Per 24 Juni 2020. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

Sebaran

Dilihat dari sebarannya di 443 kota/kabupaten dari 34 provinsi di seluruh tanah air yang terdampak, penyebaran Covid-19 tidak tersebar merata. Beberapa daerah tercatat penambahan kasus positif cukup signifikan, namun beberapa daerah kasus sembuh lebih banyak dari kasus terkonfirmasi positif, bahkan ada beberapa wilayah melaporkan tanpa ada penambahan kasus positif.

“Jawa Timur hari ini melaporkan 183 orang kasus baru dan sembuh 80 orang, DKI Jakarta 157 orang kasus baru dan sembuh 94 orang, Sulawesi Selatan 132 orang dan sembuh 39 orang, MalukuUtara hari ini melaporkan 95 kasus konfirmasi baru 6 sembuh, Kalimantan Selatan 90 kasus baru dan 15 sembuh,” terang Yuri. Sementara itu, ada 18 provinsi melaporkan kasus baru dibawah 10, bahkan 5 provinsi melaporkan tidak ada kenaikan kasus sama sekali.

Beberapa provinsi yang kasus sembuh lebih banyak dari kasus yang konfirmasi positif adalah Kalimantan Timur 9 kasus baru, 10 sembuh. Gorontalo 7 kasus baru dan 31 sembuh. Sumatera Barat 3 kasus baru dengan 14 sembuh. Lampung 2 kasus baru, 4 sembuh. Yogyakarta 1 kasus baru dan 4 sembuh. Papua Barat, 1 kasus baru dan 16 sembuh. Kemudian Bangka Belitung tidak ada kasus baru dilaporkan, 9 sembuh. Bengkulu, tidak ada kasus baru, satu sembuh. Kalimantan Barat, tidak ada kasus baru namun melaporkan 5 orang sembuh.

“Kami masih melakukan pemantauan terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 36.648 orang dan pengawasan terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.069 orang,” lanjut Yuri.

Pentingnya Protokol Kesehatan

Sebelumnya Achmad Yurianto mengatakan bahwa saat ini penularan Covid-19 masih cukup tinggi di beberapa daerah. Oleh karenanya protokol kesehatan mutlak harus dilakukan untuk melindungi diri dan melindungi kelompok rentan. “Namun masih banyak orang yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak, tidak memakai masker, dan tidak rajin mencuci tangan, inilah yang kemudian menjadi kelompok rentan untuk tertular,” terang Yuri.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar, terlebih masih ada Orang Tanpa Gejala (OTG) disekitar masyarakat yang belum melakukan isolasi dengan baik.

Dalam penjelasannya, Yuri membagi 4 tingkatan resiko penularan Covid-19 dilihat dari pemakaian dan fungsi masker adalah, pertama, apabila seseorang yang membawa virus (OTG) tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 persen.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70%. Kemudian ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen dan yang keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen.

“Inilah yang meyakinkan kita, bahwa menggunakan masker adalah cara yang paling tepat, sudah barang tentu gunakanlah masker secara benar, menutup hidung dan mulut dengan baik,” imbuhnya.

Yuri menekankan protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru menuju tatanan masyarakat produktif namun tetap aman dari COVID-19. Kedisiplinan, kesadaran dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kenaikan kasus tidak semakin tinggi.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan