KASUS POSITIF COVID-19 PER 10 MEI 2020 DI INDONESIA 14.032 KASUS, PEMERINTAH BEBERKAN PROSES PENULARAN BARU MELALUI OTG

0
121
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru Bicara Pemerintah Untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan kembali tentang perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam 24 jam terhitung mulai hari Sabtu (9/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Minggu (10/5) pukul 12.00 WIB terjadi penambahan kasus positif sebanyak 387 orang sehingga jumlah total kasus positif menjadi 14.032 kasus. Sementara pasien sembuh bertambah menjadi 91 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 2.698 orang. “Kasus meninggal bertambah 14 orang sehingga jumlah total meninggal menjadi 973 orang,” jelas Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (10/5) sore.

Menurut Achmad Yurianto, jumlah spesimen yang telah diperiksa sampai hari ini adalah 158.273 spesimen. Pemeriksaan dilakukan dengan dua metode dengan rincian 157.769 spesimen diperiksa menggunakan real time PCR dan dengan tes cepat molekuler TCM sebanyak 504 spesimen. Pemeriksaan spesimen diambil dari 113.452 orang, dengan hasil 14.032 positif dan negatif sebanyak 99.420 orang. Sementara itu orang dalam pemantauan sebanyak 248.690 orang dan pasien dalam pemantauan sebanyak 30.317 orang. Sejumlah 373 kota/kabupaten di 34 provinsi telah terdampak.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesia Per 10 Mei 2020. Sumber Gambar Kompas TV

Melihat data yang di himpun Gugus Tugas, DKI Jakarta menjadi daerah dengan penambahan kasus positif paling banyak yaitu sebanyak 134 orang sehingga jumlah total kasus positif di DKI Jakarta menjadi 5190 orang, sementara kasus sembuh bertambah 51 orang sehingga jumlah pasien sembuh secara keseluruhan adalah 803 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 7 orang, sehingga jumlah total meninggal adalah 434 orang.

Jawa Timur untuk hari ini terjadi penambahan terbanyak kedua, yaitu sebesar 83 orang sehingga jumlah total kasus positif adalah 1502 orang, sementara pasien sembuh bertambah 3 orang sehingga jumlah pasien sembuh 230 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 2 orang, sehingga jumlah total meninggal menjadi 143 orang.

Hari ini Papua menjadi wilayah ketiga terbanyak penambahan kasus positif  dengan jumlah 31 orang, sehingga jumlah kasus positif menjadi 308 kasus, tanpa ada penambahan pasien sembuh dan kasus meninggal.

Achmad Yurianto sebelumnya menyampaikan evaluasi perkembangan penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia. Menurutnya, dalam kecenderungan pengumpulan data satu minggu terakhir, di beberapa daerah ada yang konsisten meningkat dengan jumlah yang semakin sedikut, namun ada beberapa daerah yang tidak konsisten dengan penambahan beberapa hari tidak banyak, tetapi dibeberapa hari terakhir terjadi penambahan yang cukup signifikan. Dibeberapa daerah juga masih belum terbentuk pola grafik yang konsisten yang susah ditebak dari hari ke harinya. “Hal ini menunjukkan bahwa proses penularan masih saja terus terjadi di tengah-tengah masyarakat,” tegas Yuri.

Yuri melanjutkan bahwa pada awal perkembangannya Covid-19 adalah penyakit menular yang dapat digambarkan penyebaran klasiknya, yang dibawa oleh orang-orang yang sakit dengan gejala suhu diatas 38 derajat celcius, dengan orang yang disertai batuk dan sesak nafas. Namun dalam perkembangannya, gambaran ini sudah tidak lagi menjadi ciri khas dari orang yang terinfeksi Covid-19. Pihaknya banyak menemukan orang yang didalam tubuhnya terdapat Covid-19 yang ditandai pemeriksaan PCR positif dengan gejala yang sangat ringan, tidak panas dan tidak batuk. “Sehingga memberi gambaran seperti orang tidak sakit, ini lah yang kita sebut sebagai orang tanpa gangguan/gejala (OTG),” lanjut Yuri.

“Manakala OTG berada ditengah-tengah masyarakat, kemudian tidak menggunakan masker, melakukan kontak dekat dengan kelompok-kelompok lain yang rentan, maka inilah yang akan menimbulkan penular dan akan menambah kasus baru,” tegas Yuri.

Menurut Yuri, pemerintah tetap konsisten dengan anjuran-anjuan kepada masyarakat untuk memutuskan rantai penularan dengan melindungi diri. Melindungi diri dengan selalu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir dan membatasi keluar rumah untuk menghindari kerumunan. “Hal ini menjadi penting karena kita tidak tahu siapa yang menjadi OTG yang dapat menularkan Covid-19. Penggunaan masker dapat mengurangi 70 persen penularan menjadi hanya 5 persen saja, karena ketika OTG batuk, bersin dan broklet keluar tertahan oleh masker,” terang Yuri.

Sumber Berita: kemkes.go.id, Kompas TV dan tirto.id

Tinggalkan Balasan