KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA 18 APRIL 2020 MENJADI 6.248, SEMBUH 631 MENINGGAL 535

0
7
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah memberikan update jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Jumlah kasus positif baru covid-19 masih terus bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di gedung BNPB Jakarta, mengatakan bahwa update selama 24 jam terakhir hingga Sabtu (18/4) terdapat penambahan 325 kasus positf, sehingga total menjadi 6.248 kasus.

“Dari jumlah itu, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 bertambah 15 orang menjadi sejumlah 535 orang, sedangkan pasien yang sembuh bertambah 24 orang sehingga jumlah total menjadi 631 orang.

Data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 45.378 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 35 laboratorium. Sebanyak 39.422 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 6.248 positif dan 33.174 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdapat penambahan sebanyak 2.612 hingga total menjadi 176.344 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 369 dengan total menjadi 12.979 orang. “Kita berharap bahwa 12 ribu lebih PDP ini betul-betul dalam pengawasan yang ketat untuk kemudian kita perhatikan gejala klinisnya dan kemudian kita lakukan pemeriksaan antigen PCR, karena inilah diagnosa pasti,” kata Yuri.

Jumlah Terpapar Covid-19 di Indonesia 18 April 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Kemudian wilayah terdampak mencapai 221 kabupaten dan kota di 34 provinsi. Kasus positif Covid-19 di Indonesia terbanyak ada di DKI Jakarta, yaitu 2.924 kasus, Jawa Barat dengan 641 kasus positif, kemudian Jawa Timur dengan 555 kasus positif, Sulawesi Selatan 343 kasus positif dan Jawa Tengah 329 kasus positif.

Yuri menyimpulkan bahwa data ini menjadi gambaran bahwa penularan masih terus terjadi. “Mari berpartisipasi lebih banyak dan lebih serius dengan mematuhi anjuran- anjuran pemerintah untuk tetap berada dirumah, jaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker, terutama di daerah-daerah yang telah memberlakukan PSBB,” ajak Yuri

Selain itu Yuri mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pasien-pasien Covid-19 yang sudah sembuh tidak akan menularkan penyakitnya lagi karena sudah diyakinkan bahwa di dalam tubuhnya sudah negatif dari Covid-19. Yuri menegaskan juga bahwa tidak ada alasan apapun untuk menolak jenasah Covid-19 baik secara medis maupun secara agama. “Jenasah yang dimakamkan dengan tata laksana pada pengelolaan penyakit menular belum pasti jenasah Covid-19, yang ada dalam organisasi profesi adalah penatalaksanaan jenasah berpenyakit menular dengan prosedur dan ketentuan yang ada,” tegas Yuri.

Di akhir penjelasannya Yuri mengajak kepada masyarakat untuk melawan Covid-19 dengan meningkatkan imunitas, mendapatkan asupan gizi yang cukup, sabar dan tenang, istirahat yang cukup dan cukup beraktifitas fisik yang cukup, teratur dalam hidup dan munculkan perasan gembira dengan keluarga. “Tetap tinggal dirumah dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dirumah untuk menghindari demam berdarah. Jaga jarak dan memakai masker, jangan sentuh mata, hidung dan mulut sebelum cuci tangan dengan menggunakan air mengalir,” ajak Yuri.

Sumber Berita: covid19.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan