KASUS POSITIF COVID-19 BERTAMBAH 862, PEMERINTAH INGATKAN TAHAPAN MENUJU TATANAN KEHIDUPAN BARU

0
36
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA,tabloidnusantara.com”. – Pemerintah Indonesia kembali memperbarui data perkembangan Covid-19 per hari Minggu tanggal 21 Juni 2020. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang telah diperiksa sebanyak 18.229 sehingga sampai hari ini jumlah total yang diperiksa sebanyak 639.385 spesimen.

Dari hasil uji pemeriksaan spesimen yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 121 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 95 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 245 laboratorium diperoleh kasus positif sebanyak 862 orang, sehingga jumlah total kasus positif sampai hari ini sebanyak 45.891 orang.

“Untuk kasus sembuh hari ini  bertambah 521 orang sehingga jumlah total kasus sembuh menjadi 18.404 orang. Sedangkan untuk kasus meninggal bertambah 36 orang sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi 2.465 orang,” papar Yuri dalam keterangan resmi di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (21/6) sore.

Hasil uji pemeriksaan juga mengharuskan pemerintah untuk melaksanakan pemantauan secara terus menerus kepada sejumlah 56.436 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan sejumlah 13.225 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk diawasi secara ketat, agar kondisinya dapat dimonitor dan tidak menyebarkan Covid-19 kepada orang lain.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesi Per 21 Juni 2020. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

Berdasarkan Data yang diperolehnya, Yuri menyimpulkan bahwa penyebaran Covid-19 di 439 kota/kabupaten di 34 provinsi di tanah air tidak merata. Ada 18 provinsi melaporkan penambahan kasus positif dibawah 10 dan terdapat 9 provinsi diantaranya hari ini melaporkan tidak ada kasus (kasus nol).

“Penambahan kasus positif tertinggi hari ini di DKI Jakarta sebanyak 142 orang, Sulawesi Selatan sebanyak 112 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 99 kasus baru, Kalimantan Selatan sebanyak 94 kasus baru dan Jawa Timur sebanyak 91 kasus baru,” terang Yuri.

Sementara itu beberapa daerah yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif diantaranya Gorontalo melaporkan 7 kasus baru dan 13 orang sembuh. Lampung melaporkan 1 kasus baru dan 5 orang sembuh. Sedangkan Kalimantan Barat tidak ada kasus baru namun melaporkan 21 orang sembuh.

Yuri berharap, penambahan kasus ini bisa menjadi perhatian bersama untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai semangat adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif namun aman dari Covid-19 menjadi dasar untuk euforia dengan bebas berkegiatan serta melupakan protokol kesehatan, sebaliknya ini harus disikapi secara bijak dengan tetap patuh dan berkomitmen kuat untuk terus melakukan upaya-upaya pencegahan.

Sebelumnya Yuri mengingatkan bahwa untuk menuju tatanan kehidupan yang baru tidaklah mudah, dibutuhkan persiapan yang matang dan tahapan yang tepat di daerah. “Proses untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru bukan hal yang mudah dan sederhana, keputusan ini merupakan keputusan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah,” kata Yuri mengingatkan sehubungan adanya kebijakan pemerintah yang akan membuka kembali daerah maupun sektor strategis agar dapat kembali produktif.

Pihaknya menyebutkan, ada dua hal yang harus menjadi perhatian daerah sebelum melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Pertama, dengan edukasi dan sosialisasi memastikan seluruh masyarakat di daerah tersebut paham dan mampu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Kedua, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah harus melakukan kajian data yang teliti, yang detail bersama seluruh pakar, ahli dan tokoh masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing, untuk menentukan wilayah mana yang memungkinkan dibuka kembali.

Yuri menekankan untuk menuju masyarakat produktif namun tetap aman dari Covid-19, ditentukan oleh kesiapan masing-masing daerah serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Karenanya ia pun mengingatkan Gugus Tugas Daerah untuk selalu proaktif berkomunikasi dengan pusat dan selalu bermusyawarah sebelum menentukan suatu daerah maupun sektor bisa produktif kembali.

“Pastikan ada tahapan sosialisasi, buat SOP tentang bagaimana mengimplementasikan kebiasan baru di dalam lingkungan sektor yang akan beroperasi kembali, buatlah simulasi tentang bagaimana membatasi kapasitas orang agar tidak terjadi penumpukan dan menimbulkan potensi penularan karena tidak terjaminnya physical distancing, siapkan fasilitas untuk mencuci tangan, siapkan fasilitas kesehatan yang bisa diakses masyarakat, dilakukan evaluasi yang ketat setiap saat, karena tujuan kembali produktif adalah aman dari Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut, apabila dalam perkembangannya ditemukan peningkatan kasus positif maka Tim Gugus Tugas Daerah bisa melakukan penutupan atau pengaturan kembali, ini menjadi upaya untuk menekan laju penularan Covid-19 agar tidak semakin luas dan meningkat.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan