KASUS POSITIF COVID-19 BERTAMBAH 1.178, PENAMBAHAN KASUS SEMBUH CAPAI ANGKA TERTINGGI

0
38
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kembali mengumumkan data perkembangan Covid-19 di Indonesia di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (25/6) sore.

Dalam 24 jam terakhir terhitung mulai hari Rabu (24/6) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Kamis (25/6) pukul 12.00 WIB, pemerintah telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 19.510 spesimen sehingga total pemeriksaan spesimen sampai hari ini menjadi 708.962 spesimen. Hasil dari pemeriksaan tersebut, diperoleh kasus positif sebanyak 1.178 sehingga jumlah total kasus terkonfirmasi sampai hari ini menjadi 50.187 orang.

Gugus Tugas juga berhasil menghimpun data penambahan kasus sembuh yang pada hari ini mencapai 791 orang. Penambahan kasus sembuh pada hari ini merupakan pencapaian tertinggi selama ini, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 20.449 orang. Sedangkan pada kasus meninggal terdapat penambahan sebanyak 47 orang sehingga jumlah total kasus meninggal sebanyak 2.620 orang.

Data Sebaran

Dilihat dari sebarannya menurut Yuri, kasus positif teridentifikasi di 446 kota/kabupaten dari 34 provinsi di seluruh tanah air. Provinsi Jawa Timur masih pada urutan teratas, dengan angka kasus baru mencapai 247 kasus, disusul DKI Jakarta 196 kasus, Sulawesi Selatan melaporkan sebanyak 103 kasus, Maluku Utara sebanyak 80 kasus dan Jawa Tengah hari ini melaporkan sebanyak 78 kasus.

Sementara itu, 17 provinsi pada hari ini melaporkan jumlah penambahan kasus dibawah 10, bahkan 5 provinsi diantaranya melaporkan tidak ada kenaikan kasus (kasus nol) seperti di Provinsi Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesia Per 25 Juni 2020. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  terus melakukan pemantauan pada Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 37.294 orang dan melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.323 orang.

Patuhi Protokol Kesehatan

Yuri menilai, masih tingginya kenaikan kasus baru dibeberapa tempat, disebabkan masih adanya kontak erat yang dijalankan tanpa perlindungan masker dan tanpa menerapkan jaga jarak jarak fisik.

“Saudara-saudara, tetap kita harus menyadari, bahwa penularan yang terjadi dari fakta yang kita lakukan setiap melakukan penyelidikan epidemiologi, setiap kita melakukan tracing dari kasus positif yang kita rawat, selalu faktor tidak menjaga jarak, faktor tidak menggunakan masker, ini adalah faktor utama yang menyebabkan penularan,” terang Yuri

Ia pun berharap, masyarakat jangan lengah dengan merasa dirinya aman. Adaptasi kebiasaan baru seperti menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak/ menghindari kerumunan harus terus diterapkan seluruh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Yuri juga menyampaikan bahwa keluarga menjadi basis terhadap perubahan perilaku.“Keluargalah yang kemudian menjadi kekuatan utama kita untuk adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan menjaga jarak, kebiasaan menggunakan masker, dan kebiasaan mencuci tangan. Kita yakin dengan cara-cara ini, kita bisa melawan Covid-19. Kita yakin, kita pasti bisa,” tutupnya.

Sumber Berita : https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan