KARENA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG SITUS “JURDIL2019.ORG. DI DI-TAKE DOWN

0
362
Mochammad Afifuddin, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut website Jurdil2019, menyalahgunakan izin karena tidak netral.

Jakarta – Penutupan situs akun pemantauan “Jurdil2019” ada indikasi ketidak netralan. Kata Anggota Badan Pengawasan Pemilu, ( Bawaslu ),”Mochammad Afifuddin.

“Mochammad A. mengatakan bahwa ketidak netralan itu dimana di situs tersebut sempat terlihat foto salah satu Paslon Pilpres 2019. Disini kami akan mempermasalahkan netralitas Jusrdil 2019 untuk pemantauan public, tidak semata-mata menginformasikan perhitungan real count. Dimana wewenang, akreditasi lembaga survei merupakan wewenang KPU. “Ujarnya.

Sebelumnya pihak Bawaslu sudah menunjuk akreditasi kepada PT Prawedanet Aliansi Teknologi untuk memantau Pemilu, mengelola situs jurdil2019, dan Bawaslu menyampaikan mempunyai hak untuk mencabut lembaga survei yang tidak netral atau menlanggar aturan, kami sudah berkomunikasi dengan Kominfo untuk menutup situs-situs yang melangga aturan.

“Dengan situasi seperti saat ini semua orang harus tahu dong lembaga pemantau harus netral, kalua sudah seprti saat ini dimana kenetralannya,” ujar dia.

Hasil komunikasi dengan Kominfo, Bawaslu hanya akan menutup situs “jurdil2019.org.” yang bermasalah, kemudian adanya situs yang mirip dan konten, Bawaslu juga meminta Kominfo menutup akun “jurdil2019.net. “Tegasnya.

Perhitungan suara real count yang berada di situs jurdil2019.org. sudah di blokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, karena menyalahgunakan izin yang di berian Bawaslu. Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan