KAMIS 16 APRIL 2020 KASUS POSITIF INDONESIA MENCAPAI 5.516, PRESIDEN BERI ARAHAN PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19

0
491
Presiden Joko Widodo. Sumber Gambar setneg.go.id
Presiden Joko Widodo. Sumber Gambar setneg.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah melalui juru bicara untuk penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa data kasus positif Covid-19 terjadi penambahan sejumlah 380 orang sehingga jumlah total 5.516 kasus. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada pasien sembuh sebanyak 102 orang sehingga total opasien sembuh sebanyak 548 orang. “Kita patut bersyukur pada hari ini penambahan pasien sembuh sebanyak 102 orang,” kata Yurianto saat konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Kamis (16/4) sore.

Pencatatan data yang dilakukan sejak hari Rabu tanggal 15 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga Kamis 16 April 2020 pukul 12.00 WIB, juga mendapatkan kenaikan data pada kasus kematian sejumlah 27 kematian sehingga total korban meninggal menjadi 496 orang.

Data yang diperoleh juga didasari pada hasil pemeriksaan oleh lebih dari 32 laboratorium dengan capaian pemeriksaan sejumlah hampir 40 ribu spesimen dari hampir 35 ribu kasus yang diperiksa. Dari pemeriksaan itu terdapat 29.459 kasus yang dinyatakan negatif dan positif 5.516 akumulasi sampai dengan sekarang. Terdapat 169.446 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11.873 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sejumlah 34 provinsi terdampak dan 202 kabupaten di seluruh Indonesia sudah terdampak.

Sebelumnya Achmad Yurianto menyampaikan bahwa presiden telah memberikan arahan yang dapat di jadikan pedoman dalam menghadapi pandemi Covid-19. Arahan yang pertama, Presiden memerintahkan agar pengujian sampel dapat dilaksanakan secara lebih masif. Untuk itu Kementerian Kesehatan, BUMN dan TNI Polri secara bersama sama  telah meningkatkan jumlah laboratorium yang mampu melaksanakan pengujian sampel dan meningkatkan  kapasitas pemeriksaan dari laboratorium tersebut. “Upaya ini akan terus dilakukan sehingga target minimal 10 ribu pemeriksaan per hari dapat dikerjakan,” jelas Yuri. Selain itu Presiden juga berharap agar pelaksanaan isolasi diperketat, baik pelaksanaan isolasi mandiri yang dilaksanakan dirumah maupun pelaksanaan isolasi kelompok yang diinisiasi oleh RT, RW, Desa yang menjadi kontribusi dalam pelaksanaan isolasi.

Yang kedua Presiden menekankan kepad masyarakat tentang pemanfaatan sarana dan prasarana konsultasi medis, karena pelayanan ini sudah dibuka secara luas dengan memanfaatkan teknologi dan telemedicine. “Harapannya agar masyarakat dapat menjaga diri supaya tetap sehat dan mendapatkan informasi yang benar,” jelas Yuri.  

Yang ketiga, pemerintah akan melaksanakan komunikasi secara terbuka kepada seluruh masyarakat terkait rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, hasil kegiatan data dan yang klain-lainnya. Hal ini menjadi penting karena dengan data kita dapat membuat perencanaan –perencanaan lebih baik lagi  untuk hari-hari berikutnya. “Dengan data kita dapat mengevaluasi kelemahan-kelemahan, kekurangan kekurangan yang ditujukan untuk perbaikan kinerja berikutnya,” ungkap Yuri.

6 Arahan Presiden untuk Penanganan Penyebaran Covid-19. Sumber Gambar covid19.go.id

Yang keempat, Presiden berharap adanya kepatuhan dalam melaksanakan pemutusan rantai kontak penyebaran Covid-19. Kepatuhan-kepatuhan ini akan diikuti dengan penegakan hukum oleh aparat negara agar kepatuhan ini dapat dilaksanakan dengan baik.  Yang kelima Presiden telah memerintahkan agar memastikan arus logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat berjalan dengan baik dan lancar, baik dari pusat sampai ke daerah maupun dari gudang-gudang logistik daerah sampai ke masyarakat. Dengan adanya kebijakan ini maka masayarakat diharapkan dapat tetap tinggal dirumah, mengurangi kontak  dan tidak bepergian kemanapun. Dan yang keenam adalah  pemerintah dengan sungguh-sungguh dan serius memberikan paket paket stimulus ekonomi yang harus dilaksankan oleh semua. Pemerintah berharap agar ini dijaga dengan baik dan harus tepat sasaran.

Selain itu pemerintah juga memperhitungkan dampak non kesejatan akibat terjadinya pandemi Covid-19. Banyak masayarakat yang kehilangan mata pencaharian karena harus tetap berada dirumah untuk mencegah terjadinya penularan. Karena itu pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk memberikan bantuan sosial yang digunakan sebagai jaring pengaman sosial dalam bentuk adanya kartu pra kerja dengan intensif bulanan sebesar 3,5 juta lebih per orang, bantuan sembako senilai 600 ribu pada beberapa daerah, program keluarga harapan, pengurangan tarif listrik sampai dengan 50 persen pada kapasitas 450 watt, terdapat stimulus kredit usaha rakyat lewat penundaan angsuran dan bunga selama 6 bulan, terdapat bansos di pemerintah DKI dan bodetabek  berupa penambahan sembako senilai 600 ribu tiap bulan dan dilaksanakan selama 3 bulan, bansos yang bersumber dari dana desa yang diambil dari realokasi anggaran dana desa sebesar hampir 22,4 trilyun.

Semua kebijakan ini adalah upaya pemerintah untuk memberikan jejaring pengaman sosial agar masyarakat agar dapat menjalani masa sulit ini dengan tenang tanpa kepanikan. Dan yang lebih penting lagi Kementerian kesehatan dan pemerintah daerah dengan skema yang telah ditentukan menanggung seluruh biaya perawatan seluruh pasien dari Covid-19 ini.

Sumber Berita covid.go.id dan kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan