JUMAT 4 APRIL 2020 KASUS POSITIF COVID-19 INDONESIA MENCAPAI 2.092 ORANG, SEMBUH 150 ORANG DAN MENINGGAL 191 ORANG

0
117
Konferensi Pers Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Konferensi Pers Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, tabloidnusantara.com”.  – Juru bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kembali mengumumkan perkembangan terbaru dari pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif terinfeksi bertambah 106 kasus, sehingga jumlah total hingga saat ini menjadi 2.092 orang. Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 16 menjadi 150 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah 10 sehingga jumlah total menjadi 191 orang.

Sejak pertama kali diumumkannya virus corona masuk ke Indonesia pada Senin 2 Maret 2020, jumlah pasien terus bertambah. Menurut Yuri saat ini pemerintah masih tetap mewaspadai adanya penularan ditengah masyarakat yang disebabkan masih adanya kasus positif tanpa keluhan. “Inilah yang kita kenal sebagai terminologi OTG (orang tanpa gangguan) yang berpotensi tinggi sebagai penyebab penularan karena disatu sisi orang tersebut tidak mengalami keluhan apapun, sedangkan disisi lain banyak masyarakat yang belum melaksanakan social/physical distancing dengan benar,” terang Yuri.

Untuk itu Yuri dengan tegas menghimbau masyarakat untuk tidak berpergian kemanapun. “Berdiam diri adalah cara yang paling baik dan tepat untuk saat ini menghindari penularan, kemudian biasakan untuk selalu cuci tanga dengan sabun disertai air mengalir selama 20 detik, tetap jaga jarak dan hindari kebiasaan tangan menyentuh muka, hidung dan mulut,” jelas Yuri.

Jumlah Terpapar Covid-19 di Indonesia. Sumber Gambar Kompas TV

Dalam konferensi pers yang dilakukan Sabtu (4/4) sore di BNPB Jakarta, Yuri juga memaparkan perkembangan kegiatan Satuan Gugus Tugas yang telah mendistribusikan APD sejumlah 5000 sampai dengan 7000 buah dan masker sejumlah 20.000 sampai dengan 150.000 buah ke Batam, Tanjung Pinang, Medan, Banda Aceh, Balikpapan, Tarakan, Gorontalo, Manado, Palu, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin. “Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan layanan kesehatan di semua lini karena memiliki resiko terpapar  yang sama, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat disertai perlindungan maksimal bagi petugas kesehatan yang melayani,” paparnya.

Sebelumnya Asops Kapolri Irjen Drs. Rudolf Nahak M,si menjelaskan pelaksanaan aturan sosial/physical distancing yang harus dilakukan masyarakat secara disiplin, terutama adanya maklumat Kapolri yang mengatur pelaksanaannya. “Polri dan seluruh jajarannya bekerja sama dengan TNI dan aparat lain akan berupaya berlaku humanis dalam pelaksanaan dilapangan, namun apabila masyarakat belum bisa melakukannya, Polri akan menindak tegas untuk menegakkan aturan,” jelasnya. Dalam pelaksanaan PP No 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, pihaknya menyarankan masyarakat untuk menunda mudik.

Sementara itu Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang juga menjelaskan peran TNI dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. “Selain angkutan udara yang telah digunakan, TNI juga menyiapkan sarana laut dan sarana darat dalam segala bentuk pengerahan untuk membantu tugas pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 di seluruh wilayah,” jelasnya.  Menurut Asops Panglima TNI, personel TNI juga dikerahkan sampai tingkat desa, para Babinsa bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas untuk mendata dan mensosialisasikan protokol penanganan Covid-19.

Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof.Wiku Adisasmito juga mengambil kesemparan dalam konferensi pers kali ini untuk menjelaskan standar penggunaan masker. “Kami telah menguji berbagai jenis masker beserta penggunaannya dan ada 3 golongan jenis masker yaitu masker kain, masker bedah dan masker N95,” jelasnya. Menurutnya masker kain dapat digunakan secara umum untuk berinteraksi oleh masyarakat. Sedangkan masker bedah yaitu masker yang digunakan oleh tenaga kesehatan dan orang yang sedang sakit. Sedangkan masker N95 digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan resiko infeksi tinggi.

Sumber Berita kemkes.go.id, covid19.go.id dan Kompas TV

Tinggalkan Balasan