JAWA TIMUR TERCATAT 552 KASUS POSITIF COVID-19, TERTINGGI DI SELURUH TANAH AIR

0
74
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Jawa Timur hari ini melaporkan penambahan kasus positif sebanyak 552 kasus. Data yang berhasil dikumpulkan oleh Gugus Tugas tersebut menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai wilayah dengan jumlah penambahan kasus positif paling tinggi diantara seluruh provinsi di tanah air.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 21.054, sehingga jumlah total pemeriksaan spesimen sebanyak 915.482 spesimen. “Dari hasil pemeriksaan tersebut diperoleh 1.607 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif, sehingga secara akumulasi jumlah kasus positif menjadi 63.749 kasus,” jelas Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (6/7) sore.

Sebaran Covid-19

“Kalau kita rinci lebih lanjut tentang kasus positif ini, karena ini adalah gambaran rata-rata seluruh Indonesia tetapi tidak berarti seluruh provinsi memiliki hal yang sama. Kita lihat beberapa provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus cukup tinggi yang pertama adalah Jawa Timur menambahkan kasus positif baru terkonfirmasi sebanyak 552 kasus dan melaporkan 154 orang sembuh, DKI Jakarta 257 kasus baru dan 286 orang sembuh, Jawa Tengah melaporkan 208 kasus baru dan 50 orang sembuh, Sulawesi Selatan melaporkan 136 kasus baru dan 95 sembuh, Jawa Barat melaporkan 106 kasus baru dan 17 orang sembuh,” papar Yuri

Selain itu terdapat 18 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan ada 7 provinsi yang hari ini tidak ada penambahan kasus yakni Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

Isolasi Mandiri atau Rumah Sakit

Penambahan kasus sejumlah 1.607 kasus positif baru ini, menurut Yuri, tidak dimaknai bahwa seluruhnya masuk ke rumah sakit. Karena sebagian besar dari kasus ini didapatkan dari hasil kontak tracing terhadap kasus positif yang kita rawat di rumah sakit kemudian dilakukan kontak tracing pada orang yang kita duga dan curigai tertular karena kontak erat dengan kasus positif yang kita rawat. Kemudian dilakukan pemeriksaan secara masif dengan menggunakan pemeriksaan antigen baik menggunakan Real Time (PCR) maupun menggunakan metode Test Cepat Molekuler (TCM). “Dari data inilah kita mendapatkan kasus-kasus positif,” ungkap Yuri.

Menurut Yuri, sebagian dari kasus positif ini, justru tidak menunjukkan gejala yang diindikasikan untuk dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu maka langkah yang paling tepat untuk menangani kasus ini adalah melaksanakan isolasi secara mandiri dengan ketat. “Ini menjadi penting, karena jika tidak dilaksanakan dengan baik akan menjadi sumber penularan baru di tengah-tengah masyarakat,” lanjut Yuri.

“Kita harus menemukan kasus konfirmasi positif dan kemudian melakukan isolasi, baik isolasi itu dilakukan secara mandiri karena memang tidak ada indikasi untuk dirawat dirumah sakit ataupun isolasi rumah sakit karena ada indikasi untuk dirawat. Dengan cara seperti ini kita akan bisa memutuskan dan mengamankan yang bersangkutan  agar tidak menjadi sumber penularan bagi masyarakat yang ada disekitarnya,” ucap Yuri.

Kasus Sembuh, ODP dan PDP

Dilaporkan juga bahwa pasien sembuh per hari ini bertambah 886 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 29.105 pasien sembuh. Angka sembuh secara total berada pada 45,42% rata-rata nasional. Angka tesebut di bawah rata-rata global 56,71%. Jika dilihat secara keseluruhan maka ada 11 provinsi sebenarnya yang memiliki angka kesembuhan di atas 75%.

Sementara itu pasien meninggal bertambah 82 total 3.171. Kematian akibat COVID-19 secara nasional ada di angka 5% relatif tinggi jika dibandingkan dengan anga rata-rata dunia yang mencapai 4,72 %.

Kasus positif dan membutuhkan rawatan diyakini masih dapat ditampung di rumah sakit, karena kita masih mempunyai daya tampung ruang isolasi yang cukup kapasitasnya. Bed Occupation Rate atau tingkat hunian rumah sakit/ tempat tidur isolasi secara nasional baru terisi 53,39%. “Maka dari itu tidak ada ruang untuk merasa pesimis dalam menangani ini, namun mutlak diperlukan upaya keras dari semua pihak untuk memutus rantai penularan Covid19,” aja Yuri.

“Kami bersama gugus tugas daerah melakukan upaya tracing dari kasus positif yang kami temukan. Kita pastikan bahwa kemungkinan orang yang tertular dan menjadi sumber penularan di tengah masyarakat bisa ditemukan melalui pemeriksaan yang masif,” kata dr. Achmad.

Ia menambahkan bahwa hari ini ada 453 kabupaten/kota di 34 provinsi telah terdampak dan masih banyak yang harus dilakukan untuk memantau dengan ketat terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 39.928 orang dan mengawasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.767 orang.

Jaminan Aktif dan Produktif

“Ini kewaspadaan yang penting kita lakukan. Di balik itu semua kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan menjadi kunci, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir adalah kunci untuk memutuskan rantai penularan Covid-19,” katanya.

Di seluruh dunia melakukan hal yang sama dengan merubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baru yang memungkinkan kita aman dari penularan Covid-19. Dengan jaminan aman, memberikan kesempatan untuk aktif yang mengarah kepada kegiatan yang produktif.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/ dan http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Tinggalkan Balasan