INILAH CARA UNIK SATGAS, BERIKAN WAWASAN KEBANGSAAN ANAK PERBATASAN RI-PNG

0
38

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Guna meningkatkan wawasan kebangsaan kepada putra-putri papua yang berada di perbatasan RI – PNG, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad, memberikan pelajaran ekstrakurikuler dengan mendatangi tempat mereka bermain.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya mengatakan bahwa Sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan anak Papua, khususnya yang saat ini berada di sekitar Pos Ramil Tami, di Kampung Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura dengan menggelar kegiatan belajar mengajar di tepi Pantai Skouw Mabo.

BACA JUGA : CIPTAKAN SITUASI WILAYAH AGAR TETAP KONDUSIF, BABINSA TINGKATKAN KOMUNIKASI DENGAN WARGA

Menurut Dansatgas, Kegiatan yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami tersebut merupakan inovasi kreatif dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak Perbatasan RI-PNG. “Di usia mereka saat ini, bermain dengan rekan sebaya nya sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter mereka. Oleh sebab itu kami mengambil momen bermain sambil belajar supaya mereka juga memiliki bekal pengetahuan yang baik. Kami juga memilih suasana belajar di Pantai yang kebetulan sangat dekat dari kediaman mereka sehingga proses kegiatan belajar mengajar lebih mudah diterima mereka.” Ungkap Anggun.

Sementara itu, Serda Dani yang merupakan anggota Pos Ramil Tami menyebutkan proses kegiatan belajar yang dilakukan oleh timnya. “Saat itu, kami melihat sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di Kampung Skouw Mabo. Melihat mereka sedang berkumpul kamipun menghampirinya dengan menggunakan Motor Tossa dan mengajak mereka untuk bermain sambil belajar di Pantai Skouw Mabo. Dengan riang mereka ikut dan naik ke dalam bak motor Tossa kami.” Jelas Dani.

“Sesampainya di Pantai, kami membuka kegiatan belajar dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersamaan. Setelah itu kami berikan mereka materi wawasan kebangsaan secara umum dan mendasar mengenai lambang negara, lagu nasional serta materi Kebangsaan lainnya.” Tambahnya.

BACA JUGA : FORKOMPIMDA JAYAWIJAYA MINTA PROSES HUKUM PELAKU RASIS HARUS TRANPARAN

Dalam kegiatan tersebut ada hal yang menarik, dimana salah satu anak bernama Rudi Malo (7) yang mencurahkan kepada Serda Dani tentang keinginannya menjadi seorang Prajurit TNI. “Abang, nanti kalo sa su besar sa pengen seperti Abang dorang, sa pengen jadi Tentara biar bisa kasih mama deng bapa bangga.” Ucapnya dengan optimis.

“Tidak ada yang tidak mungkin, kamu semua nya bisa jadi Tentara asallan kalian tekun belajar dan jangan pakai barang haram seperti miras dan Ganja karena bisa merusak masa depan kalian.” Jawab balik Dani kepada Rudi.

Tinggalkan Balasan