INI JAWABAN SAYA TERHADAP MEREKA YG SELALU MENGANGKAT ISU RASIS

0
143
Ini Jawaban Saya Terhadap Mereka Yg Selalu Mengangkat Isu Rasis

Papua, “tabloidnusantara.com” – “Menurut Saya, Issu rasis adalah Narasi yang terlalu dikembangkan, ungkapan nama binatang dan ungkapan jorok, ungkapan  kasar dan lain-lainnya adalah bahasa umum yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari dalam tatanan sosial masyarakat kita di seluruh Indoenasia.

“Bukan hanya ditujukan kepada orang Papua tetapi ke semua orang lawan komunikasi kita.

Ungkapan tersebut terkadang digunakan dalam suasan keakraban, bercanda atau menunjukkan kedekatan.

“Disisi lain ungkapan tersebut keluar dalam suasana marah, emosi atau menunjukkan sikap tidak senang seseorang kepada lawan komunikasi (tapi bukan bererti Rasis)

Orang Medan sangat pamiliar dengan dengan kata2 BODAT ( Artinya monyet), Orang Sundah biasanya menyapa orang lain dengan kata Anjing atau Asuh, Orang Sulsel menggunakan kata Tai Laso (kotaran kemaluan pria) orang Indonesia Timur termasuk Papua suka menggunakan kata-kata Cukymay/Pukymay (artinya menyetubuhi atau memperkosa ibu mu).

Jadi menurut Saya ungkapan-ungkapan tersebut jangan terlalu dipolitisir sebagai prilaku Rasis

Mohon maaf, Orang non Papua di Papua  justru mengalami prilaku rasis yang lebih besar dan terlihat secara terstruktur bahkan terkesan di legalkan. Bukan hanya dalam ungkapan.

Hanya di Papua ada istilah Orang Asli Papua yang membawa kesan pemisahan antara Org Papua dan non Papua dan menunjukkan bahwa orang Papua adalah warga No. 1 Yang diistimewakan sedangkan orang non Papua adalah warga no. 2 yang dikesampingkan.

Hanya di Papua ada istilah Pendatang dan Pribumi yang menunjukkan kesenjangan bahwa warga pribumi adalah pemilik hak mutlak di Papua sedangkan pendatang terkesan numpang hidup. Padahal realitanya 95%  warga yang disebut pendatang di Papua adalah pembayar pajak yang taat dalam rangka pembangunan di Papua (5% yang nakal). Sedangkan belum tentu 50% orang Papua yang disebut pribumi bayar pajak, terutama mereka yang selalu teriak-teriak minta meredeka dan minta referendum.

Sampai saat secara resmi dan diakui oleh internasional bahwa Papua adalah bagian dari kedaulatan NKRI artinya setiap warga negara yang hidup dan mencari kehidupan di Papua seharusnya punya hak dan kewajiban yang sama tampa harus dibedakan pendantang dan pribumi sebagaimana orang Papua yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tidak pernah disebut pendatang.

Di Papua dikembangkan Opini bahwa kami bukan Melayu tapi kami Malenesia. Padahal NKRI didirikan tidak berdasarkan atas Suku Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Tapi NKRI didirikan atas dasar Bhineka Tunggal Ika.

Perlakuan istimewa lainnya bahwa hampir seluruh pelajar dan Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di luar Papua baik dalam negri maupun luar negri dibiayai oleh Negara. Sedangkan anak-anak non Papua meskipun lahir besar di Papua tidak mungkin dan mustahil mendapatkan fasilitas tersebut. Dll masih banyak betuk Rasisme lain yang terjadi di Papua yang tdk dapat Saya sebutkan satu/satu

Seluruh prilaku Rasis tersebut diterima oleh orang non Papua secara lapang dada tampa pernah protes.

Sumber : N.F
Editor : T.N

Tinggalkan Balasan