PERKEMBANGAN TERKINI KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA 686 KASUS, 30 SEMBUH DAN 55 MENINGGAL

Data terkini pasien kasus positif Covid-19 terhitung mulai hari Senin 23 Maret 2020 pukul 12.00WIB, 686 Kasus, 30 Sembuh Dan 55 Meninggal

0
16
Achmad Yurianto. Sumber CNN Indonesia
Achmad Yurianto. Sumber CNN Indonesia

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Perkembangan terkini pasien kasus positif Covid-19 terhitung mulai hari Senin 23 Maret 2020 pukul 12.00WIB sampai dengan hari Selasa 24 Maret 2020 pukul 12.00 WIB terjadi peningkatan sebesar 107 kasus sehingga total keseluruhan menjadi 686 kasus. Data pasien yang sembuh tidak ada perubahan, sedangkan kasus meninggal menjadi 55 orang. Data ini disampaikan secara langsung oleh Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Selasa sore di gedung BNPB Jakarta.

BACA JUGA : UPDATE PASIEN VIRUS COVID-19 DI INDONESIA 579 POSITIF, 30 SEMBUH DAN 49 MENINGGAL

Sebelumnya, Yuri menyampaikan informasi bahwa 80% kasus positif Covid-19 adalah gejala ringan atau bahkan tanpa keluhan. Kasus-kasus seperti ini dihimbau untuk melakukan isolasi diri, sedangkan kasus-kasus sedang dan berat perlu mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan seiiring telah beroperasinya Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Hal ini sejalan dengan semakin masifnya pressing contact atau penelusuran kontak terhadap pasien kasus positif. Penelusuran ini diharapkan akan memutus kontak terhadap penyebaran Covid-19. “Namun kegiatan ini bukan yang utama, justru yang utama adalah peran serta masyarakat sendiri untuk disiplin dalam jaga jarak dan mengurangi kegiatan di luar rumah,” tegas Yuri.

Yuri juga menyampaikan bahwa rapid test yang akan dan sudah dilakukan adalah menggunakan metode pemeriksaan antibodi bukan melakukan pemeriksaan terhadap virusnya atau dengan metode pemeriksaan antigen. Pemeriksaan rapid test dilakukan dengan cara menggunakan spesimen darah. “Kelemahan rapid test adalah kita belum bisa meyakini bahwa test pertama negatif adalah benar-benar negatif. Perlu adanya pemeriksaan ulang kurang lebih 7 hari karena antibodi baru muncul,” jelas Yuri.

BACA JUGA : PEMERINTAH RI SIAPKAN WISMA ATLET UNTUK RS DARURAT COVID-19

Disampaikan juga bahwa prioritas pertama penggunaan rapid test adalah kontak dekat yang terkomfirmasi kasus positif Covid-19 dalam hal ini keluarga dan rekan kerja.  Sedangkan prioritas kedua adalah menggunakan rapid test terhadap tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan pasien positif Covid-19, karena tenaga kesehatan adalah kelompok rentan yang terkena penyebaran. Setelah penyediaan rapid test sudah terpenuhi semua, maka penggunaan rapid test akan berbasis kepada kewilayahan. Untuk sementara 125 ribu rapid test sudah didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sumber berita kemkes.go.id dan CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan