PULUHAN WARGA WAROPEN NGAMUK, RUSAK KANTOR BUPATI

0
388
Puluhan Massa warga Woropen ngamuk, rusak fasilitas umum , "Kelompok masa ini melambung kurang lebih sekitar 2 km, melalui belakang gunung".

WAROPEN, “tabloidnusantara.com” – Kapolres Waropen AKBP Suhadak HS, Secara resmi memberikan stakmen kepada media terkait terjadinya pengrusakan beberapa gedung pemerintahan di Kabupaten Waropen, yang berlangsung, jumat (6/3/20).

Dalam penyampaiannya kapolres Suhadak menyesalkan adanya aksi pengrusakan yang dilakukan oleh keloompok masyarakat yang tidak terima atas pentersangkaan Bupati Waropen. Ia menjelaskan, bahwa setelah adanya informasi dibeberapa media termasuk media sosial yang memberitakan Bupati Yermias Bisai ditetapkan tersangka oleh Kejaksaann Tinggi Papua, pihaknya sudah berjaga-jaga dibeberapa titik rawan yang mungkin berdampak ketidak  terimaan Pendukung Bupati Yermias.

BACA JUGA : ANAK UMUR 8 TAHUN, YANG TERTEMBAK “BERITA HOAX” REKAM MEDIS PUKESMAS BILOGAI BUKTIKAN, JEKSON SONDEGAO TERKENA BENDA TAJAM

Menurutnya, bahwa anggota polres Waropen sejak malam kamis (5/3) sudah berjaga disekitaran kantor Bupati dan beberapa kediaman Pejabat Pemda, juga melakukan patroli diseputaran wilayah yang dianggap berpotensi jadi pelampiasan warga yang tidakk terimah keputusan itu, namun kelompok masyarakat tidak terrdeteksi masuk kelokasi kantor karena masuk dari arah belakang kantor Bupati.

“Kelompok masa ini melambung kurang  lebih  sekitar 2 km, melalui belakang gunung”.

Dijelaskan, bahwa dari aksi masa tersebut yang dirusak paling para dan berupaya untuk dibakar yakni Kantot BPKAD dan Kantor Wakil Bupati, Ia menyebutkan dalam pengamanan dilakukan pengerahan anggota, dan penyelesaiaanya dilakukan pendekatan dengan memberikan pemahaman terhadap apa yang menjadi latar belakang pengerusakan ini.

Latar belakang terjadinya kerusuhan ini menurut Kapolres Suhadak karena Bupati Yermias ditetapkan sebagai tersangka Oleh Kejaksaan Tinggi Papua “hal ini patut diduga dilatar belakangi karena adanya keputusan Penetapan dari Aspidsus Kejaksaan Tinggi Papua terhadap Bupati Waropen Yermias Bisai merupakan figur yang didukung oleh masa tersebut”.

“Masa Ini datang dari Distrik Wapoga dengan menggunakan kapal kayu atau jolor sekitar pukul 24:00 WIT bahkan ada juga yang menggunakan speed kecil”. kata Suhadak.

Sampai tengah hari massa sudah dapat dikendalikan, dengan tertip dibawah pengawasan anggota polres masa menyampaikan tuntutanya lalu kapolres mengarahkan untuk membubarkan diri dengan ditutup lewat Doa.

Kapolres Menambahkan Bahwa, Penetapan tersangka Bupati Waropen Yermias Bisai oleh Kejaksaan, yang bertepatan pada momen Tahapan Pilkada disesalkan, ia mengaku penetapan Bupati Sebagai Tersangka Tidak diketahui sebelumnya yang ditangi oleh Kejaksaan tinggi Papua.

BACA JUGA : TEMBAGAPURA : MOBIL PATROLI POLSEK DITEMBAKI KKB

“Kita sendiri tidak mendengar adanya recana penetapan itu, walaupun sebelumnya kasad intel sudah melaporkan melalui laporan informasi kepada polda Papua, bahwa akan ada aksi unjukrasa yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat, yang menuntut oknum RDN untuk diproses di Polda Papua kasus pencemaran nama baik Bupati Waropen Yermias Bisai”.

Kapolres Menambahkan, kejadian ini ada keterkaitan dengan masalah pelaporan yang sudah lama tentang gratifikasi 19 Milyar dan juga laporan pencemaran nama baik yang sudah dilapoor di Polda Papua.

Mengingat sudah berjalannya tahapan pemilu, kapolres menyampaikan kedepan akan mengambil langka-langka tegas dengan melakukan proses pidana kepada setiap warga yang melakukan tindakan yang menggar hukum.

“kedepan kalau ada  massa lagi yang tidak bisa dikendalikan dan sudah berupaya dengan kekeluargaan namun juga tidak bisa menerima, maka kita akan mengambil tindakan tegas dan akan melakukan proses pidana yang dilakukan” tutupnya

Tinggalkan Balasan