POLDA PAPUA BENTUK SATGAS ANTI MAFIA BOLA

0
81
Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Kolestra Siboro, Sh , pimpin rapat pembentukan, satgas mafia bola

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – kepolisian daerah papua telah membentuk satuan tugas (satgas) mafia bola jilid III wilayah papua  ,satgas ini betugas mengawasi semua pertandingan kompitisi liga i 2020 , umumnya dan provinsi papua khususnya, dari praktek pengaturan skor atau fixing. Satgas anti mafia bola pusat III yang dipimpin dir reskrimum polda papua kombes pol kolestra siboro, sh.

memantapkan kerjanya satgas anti mafia bola wilayah papua ,melakukan kegiatan rapat kordinasi anti mafia bola wilayah papua tahap III tahun 2020 , (25/2) yang dipimpin langsung oleh dir reskrimum polda papua kombes pol kolestra siboro, sh selaku kasatgas wil anti mafia bola.

Hadir dalam pertemuan tersebut, dir samapta polda papua kombes pol sondang siagian, wadan pom kodam XVII , cenderawasih letkol cpm bayu aw, arifin soleh asprov pssi (wakil sekertaris pssi papua), kompol anton ampang (kasubbid pid humas), kompol ridwan (kasubbid provost porpam polda papua).

Dir reskrimum polda papua kombes pol kolestra siboro, sh, mengatakan, masyarakat menduga bahwa minimnya prestasi sepak bola tanah air adalah karena maraknya praktek permafiaan diseluruh sendi persepakbolaan indonesia, seperti yang pertama praktek match fixing dengan modus operandi penyuapan kepada perangkat pertandingan , wasit serta perangkat pssi kewilayahan.

“kedua praktek pengaturan skor dengan modus tindak pidana perjudian dan ketiga praktek penyuapan dalam proses rekruitmen pemain sepakbola, satgas anti mafia bola tahap iii merupakan kelanjutan satgas antimafia bola tahap i dan tahap ii yang bertugas yaitu, menuntaskan kasus-kasus satgas anti mafia bola tahap i & ii yang belum selesai,terangnya

Dijelaskan polri bersama pom tni melaksanakan pengawasan & monitoring pertandingan liga 1, 2 & 3 untuk mencegah terjadinya match fixing , pengaturan skor. Apabila masih ditemukan maka akan dilakukan penegakkan hukum. Pengawasan & monitoring rekruitmen pemain nasional dalam rangka persiapan piala dunia u-20 tahun 2021 di indonesia.

“adanya praktek mafia sepakbola saat ini, tentunya telah menodai semangat patriotisme serta sportifitas olah raga sepakbola di tanah air. Hal ini pun yang kemudian juga disinyalir menjadi penyebab minimnya prestasi sepakbola indonesia baik di kancah nasional maupun internasional,”tukasnya.

Siboro mengakui beberapa hambatan , kendala yang dihadapi penyidik dalam mengungkap praktek mafia sepak bola antara lain yaitu, sulitnya pembuktian terjadinya match fixing, karena penyidik hanya melihat secara kasat mata atau hanya melalui rekaman pertandingan saja.

Anggota polri terkesan hanya sebagai pengamanan pertandingan sepakbola bukan pers yang sedang melaks penyelidikan.

“para mafia sepak bola telah mengetahui cara bertindak penyidik, sehingga mereka sulit untuk ditangkap, melibatkan jaringan internasional dalam praktek pengaturan skor dengan modus perjudian. Adanya hubungn emosional antara pers satgaswil dan klub yang bertanding sehingga timbul perasaan segan untuk menindak. Serta kendala sosiologis dan geografis, “ujar

Ditambahkan, satgas anti mafia bola polri hanya sebagai lokomotif yang seyogyanya diikuti oleh gerbong-gerbong lainnya seperti kemenpora, pssi, manajemen klub, wasit, pemain serta didukung oleh puspom tni guna mewujudkan sepakbola indonesia yang bersih, bermartabat dan berprestasi.

“intinya secara keseluruhan untuk satgas wilayah papua ini bersama-sama sependapat dan sehati untuk benar-benar melakukan pencegahan terhadap mafia bola bahkan mungkin bukan hanya sampai ditingkat liga, tetapi mungkin juga nanti kita akan tetap tindak lanjuti sampai pada pon xx yang akan dilaksanakan diwilayah papua,” ujarnya.

Sementara itu wakil sekertaris asprov pssi papua arifin soleh, mengapresiasi dengan adanya satgas anti mafia bola ini dengan harapan, praktek-praktek kecurangan, praktek suap dan lain-lain yang selama ini mencederai nilai-nilai sportifitas di sepak bola bisa dapat dikurangi.

Tinggalkan Balasan