WAMEN PUPR TINJAU PROSES PEMULIHAN WAMENA

0
27
Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo saat meninjau bekas kerusuhan di kota wamena

Jayapura, “tablodinusantara.com” – Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo meninjau proses pemulihan Kota Wamena, pasca kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (7/02/2020).

Wempi Wetipo yang didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim dan Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Papua (Jayawijaya), Togap Hariyanto Manik, melihar beberapa titik pembangunan yang sebelumnya hangus terbakar saat kerusuhan terjadi pada 23 September 2019.

Lokasi yang dikunjungi adalah, Pasar Wouma, Jl. Pikhe dan STISIP Yapis.

BACA JUGA : GERAM ULAH KKB, DPR RI MINTA PEMERINTAH BASMI KKB PAPUA

Progres pembangunan ulang bangunan-bangunan yang telah rusak dan dibakar, baru berjalan selama 2 minggu dan dikerjakan oleh para pengusaha lokal,dirinya yang mendengar langsubg laporan mengenai kendala dilapangan meminta semua pihak untuk saling membantu agar proses pemukihan Wamena bisa berlangsung cepat.pungkas Wetipo

Salah satunya adalah masalah penampungan puing-puing pasca kerusuhan yang hingga kini belum dapat tertangani.

‘Tidak mungkin ada puing lalu masukan bahan bangunan. Kita harapkan ini cepat selesai, tadi kita minta bantuan teman-teman Gapensi untuk mencari lokasi guna menampung puing-puing kendaraan dan bangunan,” pungkas Wetipo.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk dapat membantu mencarikan solusi agar proses pembangunan bisa dikerjakan.

“Saya berharap dukungan dari Pemerintah Daerah, mari kita bersinergi karena kita mau pulihkan ekonomi secara bersama-sama, supaya kita kembalikan Wamena seperti yang dulu,” kata Wetipo.

Kemudian mengenai masalah permodalab yang menjadi kendala para pengusaha lokal, Wetipo mengaku masih mencarikan solusi terbaik untuk mereka.

Menurut dia, mereka telah dimudahkan untuk mendapat bahan bangunan. Hanya saja ia menilai ada hal lain yang memerlukan biaya sehingga para pengusaha lokal kesulitan untuk memulai pekerjaan.

Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo bersama tim cek perkembangan pemulihan kota wamena.

“Pembangunan 403 Ruko ini kan dibagi dalam 4 kontrak besar, nah kita sudah sampaikan 4 kontrak besar ini memfasilitasi pengusaha lokal untuk mendapat bahan bangunan. Bahannya itu disiapkan oleh beberapa pihak tanpa mereka bayar dulu bisa ambil, nanti setelah dananya cair baru mereka bayar bahan bangunannya. Mungkin yang mereka keluhkan adalah terkait dengan bahan lokal seperti pasir, batu, mungkin begitu,” tutur Wetipo.

Sedangkan untuk proses pembangunan, Wetipo menyebut dari 403 Ruko yang akan dibangun ulang, sudah 10 unit yang selesai dibangun.

Pola pembayaran yang diterapkan untuk pembangunan Ruko dilakukan secara bertahao setiap 10 Ruko selesai dibangun.

“10 Ruko selesai lalu bayar, kemudian 10 Ruko lagi selesai lalu bayar lagi, supaya tidak bertumpuk dan mengurangi beban teman-teman,” kata dia.

Sementara untuk rumah, dari 190 unit yang akan dibangun ulang, hingga kini sudah 20 rumah yang selesai dibangun. Pengerjaan tersebut dilakukan oleh TNI.

“Sudah 20 rumah yang jadi dari total 190 yang akan dibangun, mudah-mudahan dalam kurun waktu 10 bulan penugasan ini bisa tuntas 100 persen,” kata Wetipo.

BACA JUGA : HUT KE-56, KOREM 172/PWY GELAR BAKSOS DI KAB. JAYAWIJAYA

Kerusuhan di Wamena terjadi pada 23 September 2019. Dalam kejadian tersebut massa yang terprovokasi isu rasisme melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap bangunan, serta kendaraan bermotor.

Korban jiwa atas kerusuhan tersebut mencapai 32 jiwa, dan puluhan orang luka-luka.(LM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here