“TANDA TANYA” ??, PEMERINTAH RAGU PULANGKAN 600 WNI, EKS ISIS

0
92
Ilustrasi, perempuan pengikut isis

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Kabar berita yang memuat adanya konten soal pemulangan 600 orang,  warga negara indonesia yang tergabung dalam “ISIS”, menuai sorotan publik dalam hal ini Pemerintah dalam mengambil keputusan harus jernih.

Seperti halnya yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin menyebut perlu banyak pertimbangan sebelum memulangkan WNI eks anggota ISIS dari Suriah.

Aziz, memaparkan ada tiga pertimbangan apakah kita terima, kemudian melalui filter atau dalam hal sosialisasi UU, yang bertanggung jawab leading sektornya adalah BNPT.

Bahwa siapun memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pengayoman oleh negara. “Atau kita tolak? tapi dalam PP 7/2012 itu kewajiban negara untuk tetap anggap warga negara itu punya hak untuk kembali. Nah untuk kembali itu tentu melalui tahapan, tahapannya adalah jangan sampai ideologi pancasila dan UUD 45 luntur,” jelasnya.

Ilustrasi Ratusan Isis di Cam pengungsian

Disisi lain, Presiden Joko Widodo(Jokowi) mengisyaratkan menolak pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS ke Tanah Air. Meski demikian, menurut kepala negara, keputusan itu masih akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas).

Secara pribadi Jokowi menyatakan tidak setuju atas rencana pemulangan 600 warga negara indonesia yang tergabung dalam ISIS, itu. “Adanya banyak pertimbangan yang harus diklakulasi plus minusnya, semua dihitung secara detail. Dan keputusan itu pasti kita ambil dalam ratas setelah mendengarkan dari kementerian-kementerian dalam menyampaikan hitungannya. “Kata Jokowi.

Mahfud juga mengakui bahwa sebagai WNI tetap memiliki hak untuk tidak kehilangan statusnya sebagai warga negara. Dia mengatakan sedang mencari formula yang tepat terkait WNI eks ISIS ini. Itu jawaban sebagai Menko Polhukam,” ujarnya.

Pendapat secara pribadi Mahfud mengaku setuju untuk tidak memulangkan mereka. Sebab, hal itu berbahaya bagi negara. Apalagi secara hukum paspornya bisa saja dicabut karena pergi secara ilegal. katanya.

Tinggalkan Balasan