MENPORA : TAK ADA YANG INSTAN, PRESTASI DIRAIH MELALUI PROSES DAN WAKTU YANG CUKUP

0
31

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali beserta Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengakui bahwa tidak ada prestasi yang dicapai secara instan. Semua membutuhkan proses dan waktu yang cukup.

Dikutip dari Beritasatu, hal itu disampaikan Zainudin Amali saat membuka penyelenggaraan Wushu Festival (Wufest) Taolu Championship 2019 di Wisma Serba Guna Senayan Jakarta, Jumat (20/12/2019) malam. Menpora mengharapkan festival olahraga semacam ini harus terus diadakan secara rutin sebagai wadah para atlet menimba ilmu dan mengembangkan kemampuannya.

“Kejuaraan ini jadi fondasi utama lahirnya prestasi-prestasi olahraga wushu yang membanggakan di kemudian hari. Pembinaan usia dini menjadi target kita karena tidak ada prestasi instan kita capai tanpa persiapan atlet sejak usia dini. Pemerintah mengapresiasi festival ini, karena tidak lama setelah SEA Games dengan prestasi emasnya, PB WI bersama SIWO Pusat langsung menyelenggarakan festival untuk memberikan lebih banyak pengalaman bertanding kepada para atlet junior,” kata Zainudin.

Menurut Menpora, Indonesia memiliki bibit-bibit pewushu seperti saat ini, yang kelak akan menjadi atlet andalan di berbagai event internasional. Ini mengingat Indonesia tengah menjadikan bidang olahraga menuju industri dan prestasi menjelang bidding Olimpiade 2032.

“Mudah-mudahan dengan adanya event ini, dunia mengetahui bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah pesta olahraga sedunia seperti Olimpiade dan ke depan wushu bisa dipertandingkan. Prestasi di cabang bela diri ini perlu dijaga lantaran segudang medali di setiap single dan multievent selalu menaikkan bendera Merah Putih. Arahan dari Bapak Presiden Jokowi soal mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Saya minta PB WI mempersiapkan atlet sebaiknya dari sekarang,” urai dia.

Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartato yang juga Menteri Koordinator Perekonomian,menyampaikan kegiatan festival ini perlu dukungan banyak untuk talenta baru. Ia mengaku wushu Indonesia perlu melakukan penjaringan atlet muda guna mencetak Edgar dan Lindswell yang dulunya mengikuti event junior yang nantinya menjadi atlet berprestasi lantaran ditempa saat usia remaja.

“Kini wushu pun melirik level nasional. Selama ini, wushu belum dipertandingkan di level pelajar. Maka perlunya pertandingan wushu di level pelajar guna mendukung pembibitan atlet. Kami ingin menyampaikan ke Pak Menpora bahwa wushu belum dipertandingkan di level Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Wushu kiranya menjadi prioritas. Kita sudah punya juara dunia, Asian Games, SEA Games,” kata Ketum PB WI.

Wufest Taolu Championship 2019 memperebutkan Piala Airlangga Hartarto dan Piala Ketum PWI Pusat, diikuti 382 atlet junior dari 28 sasana yang belangsung pada 20-22 Desember 2019. Festival ini diikuti atlet-atlet junior dari sasana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung dan Banten. Acara pembukaan juga dimeriahkan atraksi wushu oleh Wushu Kid’s.

Penghargaan

Pada kesempatan itu diberikan pula bonus kepada para atlet wushu yang mengukir prestasi pada SEA Games XXX/2019 di Filipina. PB WI memberikan bonus sebesar Rp 100 juta bagi peraih medlai emas, Rp 50 juta bagi peraih medali perak dan Rp 25 juta bagi peraih perunggu. Sementara pelatih dan manajer tim masing-masing menerima bonus sebesar Rp 20 juta.

Edgar Xavier Marvelo yang merengkuh medali emas di nomor daoshu gunshu diganjar bonus Rp 100 juta. Peraih emas nomor beregu duilian atas nama Edgar Xavier Marvelo, Haris Horatius, dan Seeaf Naro Siregar diguyur Rp 50 juta per orang dari PB WI.

Kemudian penerima bonus medali perak antara lain Ade Permana (sanda 48 kg), Pratama Laksamana Pandu (sanda 52 kg), Yusuf Widiyanto (sanda 56 kg), dan Haris Harotius (taolu nandao nangun dan taolu nanquan). Atlet yang memperoleh perunggu tak luput dari apresiasi bonus. Abdul Haris Sofyan (sanda 65 kg) dan Rosalina Simanjuntak (sanda 48 kg) yang menjadi aktor peraih perunggu SEA Games 2019 masing-masing dihadiahkan Rp 25 juta.

“Bonus tadi diberikan di luar dari apa yang diapresiasi pemerintah. Ini sebagai tali asih saja kepada atlet, pelatih, dan manajer. Semoga tali asih ini bisa memotivasi atlet untuk lebih baik lagi termasuk atlet lainnya agar bisa lebih berprestasi,” kata Airlangga Hartarto.

Sementara itu Edgar Xavier Marvelo mengaku senang dengan apresiasi yang diberikan PB WI. Hal tersebut akan dijadikan motivasi dan bekal untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya maupun untuk bekal untuk kemudian hari.

“Uangnya ditabung dulu. Ke depan banyak program yang telah saya siapkan. Salah satunya bikin sasana wushu,” tutup Edgar.

Tinggalkan Balasan