HARI KE 17, PENCARIAN HELLY TNI AD MI 17 TETAP DILANJUTKAN

0
67
Pencarian hari ke 17 , jalur udara dimulai pada pukul 07.45 WIT

Papua, “tabloidnusantara.com”, (14/07) – Pencarian Helly TNI AD MI 17 yang lost contact di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang pada hari ke 17 ini terus dilakukan mealui pantauan udara dengan menggunakan Helly Bell TNI AD HA-5177 yang dipiloti oleh Kapten Cpn Ferdy Leorocha (Pilot) dimana dipimpin langsung oleh Mayor Cpn Athenius Murib (Wadan SKuadron 21/Sena).

Pencarian hari ke 17 dimulai pada pukul 07.45 WIT yang takeoff sorti 1 dari Apron Baru Bandara Oksibil menuju area Gunung Botak, Kampung Bulangkop, Distrik Okaom.

Pencarian yang dilakukan menggunakan Helly Bell TNI AD HA-%177 kurang lebih 2 jam kemudian landing di Bandara Oksibil. Pencarian tersebut belum menemui titik terang keberadaan Helly TNI AD MI 17.

Pencarian kembali dilakukan pada pukul 10.48 WIT hingga pukul 12.20 WIT dan tidak mendapatkan hasil keberadaan Helly yang Lost Contact tersebut. Pencarian dihentikan karena kondisi cuaca di wilayah Pegunungan Bintang mulai memburuk.

Ditempat lain, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan pencarian Helikopter MI 17 nomor seri HA-5138 tetap terus dilakukan hingga ditemukan.

“Untuk Heli, sampai kini belum ditemukan, bersabar, tapi tetap kami lakukan pencarian,” jelas Pangdam.

Papua mempunyai cuaca yang terbilang ekstrem dengan hutan di pedalaman yang sangat lebat dan kontur pegunungan yang menjulang dan curam. Ketika ditanya soal senjata api yang dibawa kru heli dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab atau dari KKSB, Pangdam tidak menyebutkan jumlahnya.

“ Jadi, ini soal resiko dalam suatu operasi . Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itukan amunisi dari anda (wartawan), belum tentu juga ditemukan, buktinya pesawat heli Super Puma milik TNI AD, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api),”tutup Pangdam.

Tinggalkan Balasan