PRAJURIT TNI HIDUPKAN KEJAYAAN KOPI PAPUA YANG SURUT

0
220

Dalam Mendukung Ketahan Pangan, Danramil Berserta Anggotanya Mengajak Masyarakat Memberisihkan Dan Membuka Lahan Kopi Papua

Jayapura. Dulu berjaya, surut pada satu masa, kini kembali bergairah. Begitulah kisah kopi Mapia  khas Papua. Kopi berperan penting dalam sejarah dan budaya suku asli Papua. Kopi menjadi sarana berkenalan, Kopi mempererat persahabatan. Kopi bisa saling menyapa, Kopi bisa menjadi sahabat.

Kopi asli Papua pada masa jayanya melanglang buana ke seluruh jagat. Namun sempat meredup, tidur dalam sunyi dalam jangka waktu lama. Kini Kopi Papua sadar dan terbangun, berdiri dan hendak berlari ke seluruh jagad lagi.

Sekilas Sejarah Kopi Papua, Yang pasang surut, pada massanya. Penghasil Kopi, khususnya di Kabupaten Dogiyai yang dulu merupakan bagian dari Kabupaten Nabire. Sembilan kecamatan di Dogiyai merupakan penghasil kopi. Termasuk di dalamnya, Dogiyai Utara, Timur, Selatan, Mapia, Mapia Tengah, Mapia barat, dan Piyaye.

Kopi Dogiyai ditanam pada ketinggian 1.000 sampai 2.000. Kopi berjenis arabika ini memiliki aroma kacang panggang nan gurih, legitnya karamel, dan rasa akhir rempah-rempah serta cokelat. Perpaduan rasa dan aromanya begitu memuaskan selera pencinta kopi. “Tak heran jika kopi Dogiyai banyak dicari.

Hal tersebut terjadi dikarenakan tidak adanya transfer ilmu/teknologi dari orang tua mereka kepada generasi muda penerusnya sehingga mereka tidak cukup bekal untuk mengembangkan tanaman kopi, dan puncaknya mulai awal tahun 2000-an masyarakat mulai beralih ke tanaman sayuran dan Kacang, dengan cara menebang sebagian pohon kopi dan diganti dengan tanaman sayuran dan kacang serta Umbi Nota. Imbas dari hal tersebut tanah menjadi tidak subur dan mudah longsor dikarenakan tidak ada tumbuhan yang mampu mengikat air hujan. Mereka tidak sadar bahwa era tahun 90-an masyarakat Distrik Mapia terkenal sebagai penghasil kopi berkualitas dengan cita rasa khas yang banyak digemari konsumen. Kopi  di Distrik Mapia saat itu menjadi sangat terkenal.

Di dalam Program Ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia merupakan program untuk mewujudkan Indonesia yang bisa swasembada pangan.pada era Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK, melalui Kelompok Kerja (Pokja) Papua, pemerintah kembali mengintervensi dengan Program Percontohan Pembangunan Ekonomi Terintegrasi dan Komprehensif di wilayah adat Mee Pago. Salah satu programnya adalah #BanggaMenyeduhKopiPapua yang bekerja sama dengan berbagai pihak.

Kebijakan ini diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Dogiyai Distrik Mapia.

” Demi mendukung program pemerintah dalam hal Ketahanan pangan ini, Saya selaku Danramil menunjuk langsung Babinsa  Sertu Yutrawanto untuk ikut terlibat langsung di dalam pendampingan kelompok Tani karena memiliki kemampuan dan pengetahuan yang luas di bidang kopi karena kebetulan sebelum masuk Prajurit sudah berpengalaman di bidang perkebunan kopi . Oleh karena itu, di harapkan senantiasa melaksanakan pendampingan terhadap kelompok -kelompok tani yang berada di wilayah Kabupaten Dogiyai  khususnya di Distrik Mapia. Seperti yang dilaksanakan di Desa Abamaida.

                Di lain Kesempatan Danramil beserta  3  orang anggota Babinsa lainnya melaksanakan pendampingan dengan ikut membantu membersihkan kebun Kopi milik Kelompok Tani dan Ikut membantu membuka lahan yang Baru dengan dimulai dari Menarik patok dan tali untuk membuat lobang dengan jarak 2,5 m , luas lubang 1 m x 1 m dengan kedalaman  60 cm  untuk persiapan tanam Kopi yang nantinya akan di pindahkan dari Koker yang telah disiapkan,” ujar Danramil 10/Mapia, Kapten Inf Abubakar.

Dijelaskan, kegiatan pembersihan kebun Kopi  ini dan Pembukaan Lahan yang baru sangat penting untuk dilakukan selain  sebagai salah satu bentuk perawatan , karena bisa mengurangi atau membasmi hama penyakit yang dapat menyerang tanaman sehingga hasil panen dapat dimaksimalkan juga untuk memperbanyak tanaman kopi untuk di jadikan sebagai contoh sehingga Masyarakat yang ada di Mapia dengan sendirinya akan kembali aktif untuk lebih memperluas perkebunan kopi yang merupakan Komoditi utama yang merupakan emas hijau dari lembah Meepago.

Dari Bapak Sabinus Dogomo selaku Ketua Kelompok Tani Kopi Abamaida menyampaikan rasa terimakasih atas kepeduliaan Danramil beserta anggotanya untuk dapat hadir melihat langsung situasi dan ikut membantu membersihkan Kebun Kami,kami tidak dapat membalas apa-apa tetapi kami hanya bisa mendoakan Bapak- Bapak agar selalu diberikan kesehatan dalam pelaksaan tugasnya sehari-hari.

Tinggalkan Balasan