HARI INI, PEMERINTAH TERAPKAN ATURAN LARANGAN MUDIK

0
166
Adita Irawati. Sumber Gambar covid19.co.id
Adita Irawati. Sumber Gambar covid19.co.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengimbau agar masayarakat tidak memaksakan diri untuk mudik sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Juru Bicara Kementerian Perhubungan dalam konferensi persnya kemaren Kamis (23/4) di Gedung BNPB Jakarta, Adita Irawati mengatakan pelanggar larangan sementara penggunaan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor akan diminta berputar balik arah perjalanannya.

“Pada tahap awal, mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB hingga 7 Mei 2020, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengarahkan pelanggar kembali arah perjalanannya,” kata Adita. Sedangkan pada tahap selanjutnya, yaitu pada tanggal 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020 masyarakat yang tidak mematuhi larangan tersebut selain diminta berputar balik, pelanggar juga akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku termasuk dikenai denda.

Selama diterapkan pelarangan sementara penggunaan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik, pemerintah tidak akan melaksanakan penutupan jalan nasional atau jalan tol. “Tidak ada penutupan jalan nasional dan jalan tol, namun akan kita lakukan penyekatan dan pembatasan kendaraan yang boleh melintas saja,” tutur Adita.

Jalan Tol. Sumber Gambar keuangan.co

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pengendalian Transportasi Semasa Mudik Idul Fitri 1441 H yang merupakan tindaklanjut rapat terbatas kabinet pada Selasa (21/4). Dalam peraturan itu disebutkan bahwa larangan diberlakukan untuk penggunaan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor dengan tujuan memasuki dan keluar dari wilayah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah, serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Pelarangan tersebut berlaku hingga 31 Mei 2020 untuk angkutan darat, 15 Juni 2020 untuk angkutan kereta api, 8 Juni 2020 untuk angkutan laut, dan 1 Juni 2020 untuk angkutan udara. “Pelarangan ini dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan dinamika Covid-19,” tegas Adita. Namun, lanjut Adita peraturan larangan kendaraan tidak diperuntukkan untuk pengangkutan logistik, obat, petugas, pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

 “Tujuan dari pelarangan itu adalah untuk keselamatan bersama mencegah penyebaran COVID-19. Mari bersama kita tegakkan peraturan dengan tidak mudik dan bepergian selama pandemi COVID-19,” tambah Adita.

Sumber Berita : covid19.go.id

Tinggalkan Balasan