FORKOMPIMDA JAYAWIJAYA MINTA PROSES HUKUM PELAKU RASIS HARUS TRANPARAN

0
65

Jayawijaya,”Tabloidnusantara.com, – Pemerintah Jayawijaya bersama muspida dan seluruh perwakilan tokoh masyarakat mulai dari tokoh adat, agama, hingga pemuda, mengutuk keras ujaran rasisme yang dilontarkan salah satu politikus Ambroncius Nababan kepada Natalius Pigai, mantan Komisioner Komnas HAM RI.

Hal ini disampaikan kepada media usai rapat bersama Forkopimda dan para perwakilan tokoh masyarakat di gedung Otonom, Selasa (26/01/2021).

Pemerintah menegaskan akan ikut mengawal proses hukum terhadap yang bersangkutan, proses hukum juga harus dilakukan secara transparan untuk publik, untuk menghindari rasa ketidakpuasan.

Baca Juga : DPR PAPUA SIAP KAWAL KASUS UJARAN RASISME KEPADA MANTAN ANGGOTA KOMNAS HAM

“Pemerintah pusat harus cepat meyikapi permasalahan rasisme yang viral dimedia sosial ini beberapa hari belakangan ini. Kami Muspida dan masyarakat sepakat untuk menolak semua ujaran rasis yang beredar di medsos. Kami akan layangkan surat ke Kapolri untuk meminta Ambrosius Nababan diproses hukum,” tegas Banua.

Forkopimda dan masyarakat Jayawijaya bahkan akan menandatangani sebuah petisi sebagai bentuk penolakan berbagai bentuk tindakan rasisme yang merupakan kejahatan kemanusiaan.

Baca Juga : KETUA KPID PAPUA MINTA POLISI CEPAT TANGANI KASUS DUGAAN RASIS NATALIUS PIGAI

Sehingga Bupati Jayawijaya mengimbau masyarakat Jayawijaya  tidak terprovokasi dengan isu -isu yang berkembang tetapi semua diserahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan proses hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Kami minta jangan ada pilih kasih terhadap pemberlakukan hukuman, saya berharap benar -benar dilakukan proses hukum kepada yang bersangkutan karena masyarakat mengawal proses ini,” tegasnya.

“Hukuman yang dijatuhkan kepada Ambroncius  Nababan juga perlu dipublikasi karena ini semua masyarakat Papua sudah melihat ujaran rasisme yang dikeluarkan pada akun media sosial facebook miliknya,” pungkasnya.

(Adm/Nat)

Tinggalkan Balasan