EMPAT JASAD DIDUGA PENDULANG DI YAHUKIMO DITEMUKAN HANGUS TERBAKAR

0
41
Polisi menemukan jasad di lokasi pendulangan dalam tumpukan bekas pembakaran. Kondisinya sudah hangus terbakar

Papua, “tabloidnusantara.com” – Kapolres Asmat AKBP Andi Yoseph Enoch, beserta 15 anggota, berhasil menemukan empat jasad yang diduga pendulang emas yang menjadi korban pembantaian di Camp Kelapa 7, wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua.

Proses pencarian yang dimpin langsung Kapolres Asmat, menemukan jasad di lokasi pendulangan dalam tumpukan bekas pembakaran. Kondisinya sudah hangus terbakar dan hanya menyisahkan tulang belulang. 

Selain jasad tersebut, polisi juga menemukan 148 pendulang yang berhasil selamat dalam penyerangan itu. Mereka ditemukan bersembunyi di tengah hutan.

AKBP Andi Yoseph Enoch mengatakan, jasad korban dan para pendulang yang selamat akan dievakuasi dari Kampung Mabul ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat menggunakan perahu mesin, Sabtu (7/9/2019) hari ini.

Perjalanan dari titik penjemputan di Kampung Mabul ke kota Agats diperkirakan akan memakan waktu sekitar 10 jam, sebelumnya Jenazah dan pendulang selamat sudah dievakuasi ke kampung Mabul, Distrik Koroway Buluanop pada hari Jumat 6 September 2019.

Dari 537 orang penambang yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban.

Sedangkan sisanya yakni 64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penambang yang telah masuk di Posko Kemanusiaan Kabupaten Boven Digoel sebanyak  537 orang hingga Jumat (6/9). 

“Sedangkan 527 orang yang terbagi dua gelombang berhasil di evakuasi, 417 orang tiba pada hari Kamis (5/9/2019) dan 120 orang tiba pada hari Jumat (6/9/2019) secara bertahap dari pukul 00.15 WIT hingga pukul 15.00 WIT,” kata Kamal dalam keterangan pers, Jumat. 

Dari 537 orang penambang yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban. “Sisanya yakni 64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel,”Ujarnya. 

Pada Jumat pagi, Kapolres Boven Digoel bersama Dandim melibatkan 4 personel gabungan menggunakan helikopter menuju ke Kawi, Kabupaten Pegunungan Bintang, tempat berkumpulnya para korban selamat.

Mereka membawa bahan makanan untuk diberikan kepada para korban. Diperkirakan para korban yang masih belum dievakuasi di sana sebanyak kurang lebih 700 orang. 

“Saat ini tim gabungan telah mengirimkan 10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban dari daerah Kawi, dimana jarak dari Kabupaten Boven Digoel ke daerah Kawi  ditempuh selama 1 hari lebih,” katanya. 

Kombes Kamal mengatakan, insiden pembantaian terjadi pada Minggu (1/9). Para pendulang yang berada di lokasi pendulangan di Kabupaten Yahukimo diserang oleh sekelompok masyarakat yang diperkirakan berjumlah 100 orang.

Sekelompok masyarakar tersebut mempersenjatai diri dengan busur panah, tombak dan parang. Mereka menyerang masyarakat pendatang asal berbagai daerah yang melakukan pendulangan di wilayah itu. 

“Akses untuk keluar dari lokasi dulang melewati darat ke Kabupaten Boven Digoel dan akses sungai menuju Kampung Mabul, Distrik Korowai Buluanok, Kabupaten Asmat,” sebut Kamal. 

Hingga saat ini pihak berwenang belum mengeluarkan berapa jumlah korban tewas, setelah informasi awal disebutkan lima orang. 

Tinggalkan Balasan